Sebarkan berita ini:

SEMARANG [SemarangPedia] – Sebanyak 1.000 warga dari wilayah ring satu Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, menggelar aksi damai, mereka menuntut pembangunan pabrik semen di wilayahnya tetap berjalan untuk menumbuhkan perekonomian daerah.

Mereka dengan membawa puluhan poster yang berbunyi ‘Guyub Rukun Bersama Semen Indonesia’, ‘Semen Indonesia Milik Kita Bersama’, ‘Kami Butuh Pekerjaan’, ‘Saiki Wayahe Urip Modern’, ‘Kami Tidak Merasa Terancam Oleh Adanya Pabrik Semen’, dan lainnya menggelar aksi damai di halaman Gubernuran, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa. (13/12)

Bahkan aksi damai mereka juga diwarnai pentas jatilan, yang menyerukan yel yel pembangunan ‘Semen Indonesia harus terus dilanjutkan’, serta diselingi aksi teatrikal yang menggambarkan kemiskinan masyarakat Rembang sebelum adanya Pabrik Semen Indonesia.

Perwakilan Tokoh Masyarakat Rembang sekaligus Koordinator Aksi, Joko mengatakan pembangunan pabrik semen harus tetap berjalan hingga diharapkan aktivitasnya ke depan mampu meningkatnya kesejahteraan masyarakat Rembang serta mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah.

Tidak hanya itu, lanjutnya, aktivitas pabrik semen juga bakal menjadi magnet bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya merantau untuk mencari pekerjaan dapat kembali dengan bekerja di pabrik bahan bangunan tersebut, sekaligus bisa berkumpul dengan keluarganya.

“Aktivitas pabrik semen dipastikan bakal memberikan efek positif  bagi masyarakat, mengingat Semen Indonesia hadir disertai sarana prasarana lain bagi masyarakat di sekitarnya, seperti kondisi akses jalan menjadi bagus, pembuatan embung untuk menampung air, pembangunan tempat ibadah, dan lainnya,” ujarnya di sela orasinya.

Menurutnya, perhatian Semen Indonesia dalam dunia pendidikan, ketrampilan kerja, pembinaan olahraga, dan di bidang kesehatan juga ke depan mampu ikut mengentaskan ketertinggalan masyarakat Rembang. Belum lagi wujud kemitraan dengan UMKM, dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan alam.

“Kami, warga di sekeliling Pabrik Semen Indonesia di Rembang mendukung penuh agar pembangunan pabrik semen tetap dilanjutkan dan diharapkan segera beroperasi,” tuturnya.

Warga Rembang, dia menambahkan juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang telah mendukung aspirasi warga sekitar pabrik untuk meneruskan pembangunan pabrik semen.

Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya sengaja datang ke Semarang untuk memberikan dukungan langsung kepada Gubernur, serta menyerahkan spanduk berisi ribuan tanda tangan dukungan warga Rembang atas kelanjutan pendirian Pabrik Semen Indonesia.

“Kami warga Rembang asli yang berasal dari desa Tegaldowo, Pasucen Timbangan, Kajar, Padiwono, dan desa sekitar pabrik lainnya mendukung berdirinya pabrik semen di Rembang. Sudah banyak warga sekitar yang ikut bekerja,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan warga Rembang diterima oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Jateng, Siswo Laksono, didampingi Kabiro Humas Setda Provinsi Jateng, Sinung.

Dalam pertemuan itu, Joko kembali mengatakan jika warga Rembang tetap berkomitmen mendukung Pabrik Semen Indonesia di Rembang. Apalagi, aktivitas pabrik itu mampu merubah kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Selama ini Rembang menjadi kabupaten termiskin ke-3 di Jateng, sehingga pembangunan pabrik semen harus dilanjutkan agar kesejahteraan warga sekitar pabrik meningkat hingga angka kemsikinan di wilayah itu dapat ditekan,” paparnya.

Suharti, warga dari desa Tegaldowo, Rembang senada mengharapkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dapat lebih memperhatikan warga di Rembang dengan pabrik semen tetap berjalan.

“Kami juga ingin Rembang tidak hanya terkenal dengan Ibu Kartini-nya saja, tapi juga dengan pabrik semennya,” tuturnya.

Penasihat Hukum Karyawan Semen Indonesia, Ahmad Mihdan mengatakan setelah survei langsung di sekitar pabrik semen memang ada warga yang menolak. Namun, jumlahnya sangat kecil, di ring satu hanya sekitar 5%.

Dia meminta peran serta pemerintah untuk membeberkan audit legal soal pencemaran lingkungan. Pasalnya, audit lingkungan dapat membuktikan fakta yang sesungguhnya. Apalagi, Semen Indonesia telah menaati aturan audit lingkungan, dimana dari 1.500 hektare yang direncanakan sebagai area pabrik dan tambang, kini hanya 808 hektar yang dinilai tidak ada unsur-unsur mencemari lingkungan dan menyedot air bawah tanah.

“Kami minta kebijakan dari Pemprov Jateng untuk audit lingkungan, sehingga semua elemen tidak bermain pada isu saja,” ujarnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Jateng, Siswo Laksono yang menerima aspirasi masyarakat ring satu Pabrik Semen Indonesia di Rembang berjanji akan meneruskan aspirasi mereka kepada Gubernur.

“Saya catat dan akan saya sampaikan kepada  Gubernur dan diharapkan pabrik semen di Rembang tetap bisa beroperasi,” tuturnya.

82
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>