Sebarkan berita ini:

7-pecinta-anjingSEMARANG[SemarangPedia] – Sebanyak 295 anjing berbagai jenis yang berasal dari berbagai kota ikut memeriahkan festival anjing  International Dogshow yang digelar di UTC Hotel Semarang, sejak Sabtu hingga akan berakhir Minggu. (11/12)

Kompetisi anjing  pada festival International Dogshow yang diikuti sebanyak itu juga terdapat peserta dari mancanegara meliputi negara tetangga Malaysia, Singapura dan Filipina.

Sugiarto Ketua Panitia International Dogshow menuturkan dalam festival itu terdapat dua jenis perlombaan yang akan dinilai selain Dogshow juga Agility.

“Untuk penilaian Dogshow meliputi anatomi dan kesehatan, sedangkan agility merupakan lomba ketangkasan meliputi zigzag, masuk terowongan, dan lompat-lompat,” ujarnya, Sabtu. (11/12).

Kegiatan yang digelar Persatuan Kinologi Indonesia (Perkin) Jawa Tengah itu merupakan kegiatan rutin setiap tahun dan akan melombakan ketangkasan anjing, seperti melatih kepatuhan dan melewati halang rintang. Selain itu ada berbagai lomba lainnya.

Bahkan , dia menambahkan anjing peserta akan diuji ketrampilan dan kualitas di dua kategori yakni agility dan dog show yang dibagi tiga kelas yakni baby, dewasa dan ketangkasan.

Kategori yang dilombakan, lanjutnya,  hampir semua anjing ras ada, seperti golden retriever, siberian husky, samoyet, shih tzu, german shepherd, dan juga anjing ras asli Indonesia, Kintamani.

“Selain itu ketegori yang dilombakan juga meliputi ketangkasan bagi anjing untul melintasi rintangan dalam kategori agility dan anatomi anjing ras berupa gigi, bulu, fisik, kesehatan anjing ras itu sendiri dalam kategori cacig and cag,” tuturnya.

Menurutnya, sesuai jenis dan fungsinya, ada anjing yang memiliki ketangkasan dan kelincahan untuk melewati rintangan, seperti Syberian Huskey, Afgan Hound, Malaut Alaska.  Bahkan ada juga jenis anjing yang fokus ke fashion yakni chow -chow dan chihuahua dan masih banyak lagi.

Agenda tahunan Perkin Jawa Tengah ini, lanjutnya, digelar sebagai barometer perkembangan anjing ras di provinsi ini yang semakin berkembang dan meningkatkan kualitas serta mutu anjing ras.

“Lomba ini juga untuk mewadahi pencinta anjing ras, sekaligus memberikan edukasi perawatan anjing yang benar dan kegunaan anjing di masyarakat. Bahkan anjing ras memiliki potensi yang besar untuk dijadikan peranakan dengan nilai ekonomis tinggi,” ujarnya.

168
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>