Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Semarang menyelenggarakan seminar kesehatan dengan diikuti sebanyak 500 orang kader posyandu.

Seminar yang dibuka Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi itu mengajak para ibu untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, sebagai upaya untuk mendukung SDM Kota Semarang yang lebih maju melalui generasi mudanya.

“Tugas ibu-ibu harus bisa mendapatkan perhatian yang cukup,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Priahdi itu dalam seminar kader posyandu se-Kota Semarang di Balai Kota Semarang, Sabtu (19/10).

Menurutnya, kecerdasan seorang anak diturunkan dari sang ibu. Meski tak mengesampingkan peran ayah dan peran ibu sangat krusial bagi tumbuh kembang anaknya.

Dia menuturkan ibu juga memiliki hormon untuk melindungi anak-anaknya dan juga mengawasi akan pertumbuhan perkembangan anak tersebut.

Pemkot Semarang, lanjutnya, juga telah memberikan beberapa layanan bagi perkembangan anak di Kota Semarang untuk dapat berkembang secara maksimal, di antaranya melalui program Universal Health Coverage yang menanggung biaya pengobatan seluruh warga yang sedang sakit untuk kelas III. Selain untuk imunisasi gratis di puskesmas.

Hendi menambahkan lewat program-program kesehatan Pemkot Semarang tersebut dapat menjadikan generasi muda di Kota Semarang menjadi SDM yang handal.

“Konteksnya dalam peringatan hari ibu kita sadari, memberikan gizi dan kasih sayang kepada anak itu penting. Manfaatkan dengan baik,” tutur Hendi.

Seminar ini diinisiasi oleh Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, PKK kota Semarang dan Forum Posyandu Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Semarang M Khadik menuturkan untuk membentuk generasi emas di Kota Semarang membutuhkan keluarga yang responsif hingga gizi yang cukup.

Selain itu, lanjutnya, kader posyandu juga memiliki peran melakukan pendampingan masyarakat untuk mewujudkan generasi emas.

“Tidak terkecuali juga posyandu sebagai komunitas sadar kesehatan yang mendorong terbangunnya kesehatan di tengah masyarakat,” ujar M Khadik. (NDI)

 

62
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>