Sebarkan berita ini:

3-buta-hurufPURBALINGGA[SemarangPedia] – Hingga saat ini sebanyak 6.000 warga di wilayah Kabupaten Purbalingga tidak dapat membaca dan menulis atau buta huruf dandidominasi para orang trua.

Bupati Purbalingga Tasdi mengatakan sebanyak 6.000 warga di wilayahnya tidak dapat membaca dan menulis atau buta huruf dan berdasarkan hasil cek dilapangan ribuan warga yang masih buta huruf itu, didominasi oleh para orang tua.

“Berdasarkan data nyata atau dan setelah di cek dilapangan ternyata kita masih ada 4%  atau sekitar 6.000 orang penduduk yang tidak bisa baca tulis atau buta huruf, dari jumlah tersebut didominasi orang usia lanjut. Ini menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga,” ujarnya.

Dia menuturkan tingkat buta huruf di wilayahnya berpengaruh terhadap rendahnya nilai indeks pembangunan manusia (IPM) Purbalingga, yang pada posisi saat ini menempati urutan 26 dari 35 kabupaten/kota Se-Jawa Tengah.

“Hari ini Purbalingga rankingnya nomor 26 dari 35 Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah. Saya dan Wakil Bupati masuk Purbalingga rankingnya nomor 26 dari 35 kabupaten/kota,” tuturnya.

Menurutnya ada tiga variable yang mempengaruhi nilai IPM di antaranya adalah masalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Di bidang pendidikan, yang menyumbang rendahnya IPM Purbalingga, karena masyarakat Purbalingga mengenyam pendidikan sekolah rata-rata hanya 7,6 tahun.

“Jadi rata-rata pendidikan orang Purbalingga hanya lulus SD ditambah satu tahun enam bulan,”ujarnya.

Bidang lain , lanjutnya, yang ikut mempengaruhi rendahnya IPM Purbalingga,  adalah masalah kesehatan dan perekonomian. Untuk bidang kesehatan, angka harapan hidup manusia di Purbalingga juga menurun yang tadinya usia harapan hidup sekitar 72 tahun, namun saat ini menjadi  71 tahun.

“Untuk bidang ekonomi pendapatan per kapita Purbalingga ternyata kurang lebih hanya Rp 1.000.000 dari 301.000 Kepala Keluarga (KK) atau kalau dirata-rata baik yang bekerja maupun yang menganggur pendapatan per kapita masyarakat Purbalingga hanya Rp1.000.000,” tuturnya.

Sementara, Kepala Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah (KPAD) Kabupaten Purbalingga Sidik Purwanto mengatakan minat masyarakat terhadap budaya membaca masih minim.

Menurutnya, masih banyak masyarakat menganggap bahwa budaya membaca belum menjadi kebutuhan.

“Melihat kondisi itu, kami melakukan berbagai kegiatan agar minat baca tumbuh, salah satunya gerakan meningkatkan minat baca melalui gerakan gemar membaca,” tuturnya. (RS)

79
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>