Sebarkan berita ini:
Indriyasari Kadispariwisata Kota Semarang

SEMARANG[SemarangPedia] –  Sedikitnya tujuh pengelola bioskop di Kota Semarang telah mengajukan izin untuk beroperasi lagi di era new normal, setelah sebelumnya menutup sementara usaha hiburan itu sejak pandemi melanda tanah air.

Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mengatakan saat ini terdapat tujuh bioskop yang mengajukan izin operasionalnya di antaranya yang berlokasi di Transmart Srondol dan Majapahit, E-Plasa Simpang Lima, Mal Citraland, Mal Paragon, Java Mal dan DP Mal.

“Dari tujuh, yang sudah lengkap dokumen perizinannya itu ada lima bioskop. Sedangkan sisanya dua lagi masih dalam tahap menyusun kelengkapan syarat perizinannya,” ujarnya, Senin (26/10).

Menurutnya, Disbudpar minta pengelola bioskop jika sudah dizinkan beroperasi kembali harus membatasi pengunjung hanya sekitar 50% dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan.

Para pengelola bioskop tersebut, lanjutnya, setelah melengkapi berbagai syarat akan diperbolehkan untuk beroperasi kembali di masa pandemi.

Dia menuturkan syarat beroperasinya bioskop selama pandemi sudah dirancang dengan ketat. Setiap pengelola bioskop wajib membenahi teknologi ventilasi udara yang ada di setiap ruangan bioskop. Bahkan syarat yang wajib dipenuhi yaitu membatasi jumlah pengunjung di dalam bioskop.

“Satu ruangan hanya boleh diisi 50% pengunjung. Bahkan saat kita cek ke beberapa bioskop, memang di antara mereka yang sudah memasang sekat antar tempat duduk. Jadi bisa dipastikan hanya dapat diisi pengunjung 50% daritotal kusi yang disediakan,” tutur Iin panggilan akrab Indriyasari, Senin (26/10).

Pembatasan pengunjung dilakukan, tutur Iin, karena satu kursi boleh diisi dan kursi sebelahnya harus dikosongkan, guna memberlakukan jaga jaga jarak di antara pengunjung.

Selain itu, dia menambahkan setiap bioskop wajib memasang alat scan untuk sterilkan kuman. Bahkan  mereka juga harus memasang dua pintu untuk akses keluar masuk pengunjung.

Menurut Iin, untuk mengurangi resiko penularan Covid-19, pihaknya telah meminta pengelola bioskop untuk memasang alat scan khusus untuk mensterilkan pengunjung dari kuman yang menempel. Di loket tiket pun pengunjung diberi pembatas khusus guna mengantisipasi kerumunan.

“Kita jamin gak akan ada kerumunan pengunjung. Di setiap pintu sudah kita minta dipasangi alat untuk membersihkan virus. Jadi bioskop yang ada di Semarang akan kita izibkan untuk buka kembali sevara bertahap dalam waktu dekat,” ujarnya. (RS)

12
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>