Sebarkan berita ini:

4-kekerasan-perempuanSEMARANG[SemarangPedia] – Berbagai aktivis perempuan kembali turun ke jalan, mereka menuntut agar pemerintah segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak.

Aksi aktivitas Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) dilakukan turun ke jalan di Jalan Pahlawan Semarang, Minggu pagi. (4/12) Mereka dengan membawa berbagai poster mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Ika Yuli Herniana Kepala Divisi Advokasi Kebijakan LRC-KJHAM mengatakan di Jawa Tengah termasuk yang mempunyai angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang semakin tahun semakin meningkat.

Di provinsi ni, lanjutnya, pada 2014 kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak mencapai 406 kasus, dan mengalami peningkatan menjadi 477 kasus pada 2015, serta meningkat kembali mencapai 496 kasus pada tahun ini.

“Kondisi terparah tahun ini dan peringkat pertama kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya saat melakukan aksi mendorong disahkanya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak di Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu. (4/12).

Menurutnya, selama ini pemerintah tidak memberikan respon positif terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak, sehingga terlihat fungsi pemerintahan mengalami kegagalan. Bahkan Banyak laporan kekerasan yang tidak diterima kepolisian dan pelakunya masih bebas diluar.

Sementara itu, Dian Puspitasari, pegiat perempuan dari LRC-KJHAM Semarang menuturkan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual harus dilakukan secepatnya, sebagai upaya untuk mencegah tindak kekerasan seksual yang semakin sering menimpa pada perempuan.

“Di wilayah Semarang bahkan memiliki kasus kekerasan seksual pada perempuan paling tinggi, disusul Kabupaten Semarang dan Solo. Kondisi ini menuntut pengesahan RUU PKS sangat urgent agar para korbannya mendapat perlindungan hukum yang layak,” tuturnya.

Saat ini, dia menambahkan masih banyak korban kekerasan seksual yang minim perlindungan hukum. Mereka sering didiskriminasi, jarang mendapat pemulihan stigma hingga kasus-kasusnya yang tidak pernah tuntas di meja hijau.

Aksi yang digelar saat hari bebas berkendara (car free day) itu, juga nampaknya mendapat dukungan langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar ikut parade narasi kebudayaan yang digelar para pegiat perempuan tersebut di ruas Jalan Pahlawan. Di belakangnya diikuti puluhan perempuan dan laki-laki yang membawa simbol-simbol kampanye.

Ganjar yang memakai kostum hijau putih khas kampanye Hari Anti Kekerasan Perempuan itu ikut berbaur ditengah masyarakat untuk menyosialisasikan betapa pentingnya menghentikan tindak kekerasan seksual pada kaum hawa.

Dalam aksi tersebut LRC-KJHAM bersama organisasi, komunitas dan masyarakat juga menggalang surat cinta yang nantinya akan dikirimkan ke DPR RI. Pengiriman tersebut sebagai tanda bahwa masyarakat Jawa Tengah mendukung segera disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak.

“Kita targetnya tidak hanya menurunkan, tetapi bagaimana perempuan dan anak memperoleh keadilan,” ujar Ika.

74
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>