Sebarkan berita ini:

10-Candi1SEMARANG[SemarangPedia] – Sejumlah BUMN yang menyepakati ikut mengembangkan pariwisata di kawasan Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar) tengah menyiapkan roadmap dengan membagi delapan klaster.

Koordinator Program Spirit Joglosemar Edi Setijono mengatakan roadmap integrasi pariwisata Joglosemar akan dibagi delapan klaster, sebagai upaya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di kawasan tersebut.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata meliputi klaster Borobudur sekitarnya, Yogyakarta, Solo, Semarang dan sekitarnya, selain dengan klaster Prambanan, Sangiran,  Ambarawa dan  Dieng.

Pemaparan roadmap itu, lanjutnya, akan dilakukan akhir Mei mendatang, bahkan jangka pendek, pemerintah segera memberlakukan standardisasi destinasi yang merujuk pada destinasi internasional, di antaranya tiket pariwisata, kebersihan toilet pariwisata hingga manajemen pariwisata agar siap menjadi destinasi kelas dunia.

Dia mengatakan pelaksanaan Spirit Joglosemar telah dimulai dengan peresmian Stasiun Maguwoharjo sebagai stasiun intermoda oleh Menteri BUMN Rini Soemarno beberapa waktu lalu.

Stasiun Maguwoharjo menjadi stasiun intermoda yang mempertemukan berbagai jenis moda transportasi, seperti kereta api, pesawat terbang, dan armada bus. Di stasiun ini beberapa BUMN siap bersinergi terdiri PT KAI, PT Angkasa Pura I, Garuda Indonesia dan Perum Damri.

“Kinerja sinergi BUMN itu akan difokuskan pada peningkatan pariwisata di kawasan Joglosemar yang masuk wilayah dua provinsi terdidi DIY dan Jawa Tengah, dengan target kunjungan wisatawan asing 2 juta orang hingga 2019,” tuturnya.

Menurutnya, empat strategi jurus jitu dipersiapkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, selain peningkatan destinasi pariwisata, juga fasilitas layanan ditingkatkan, aksesbibilitas dan infrastruktur pariwisata serta pemasaran.

Edi menuturkan destinasi wisata di kawasan Joglosemar dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata Jateng dan DIY baik dalam kegiatan promosi bersama maupun lainnya, agar lebih efektif dan efisien.

Selama ini, dia menambahkan promosi dilakukan secara terpisah, sehingga target kunjungan wisawatan kurang maksimal dan pembenahan di obyek wisata juga kurang optimal.

106
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>