Sebarkan berita ini:

10-AdvokadSEMARANG[SemarangPedia]  – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi merespon positif atas inisiasi para advokat di Jawa Tengah menggalang konsorsium dari berbagai organisasi Advokat yang diharapkan aktivitasnya dapat memberikan penyuluhan hokum bagi masyarakat..

“Saya menyambut baik dengan acara ini dan diharapkan dengan bersatunya advokat di Jateng bisa memberikan distribusi penegakkan hukum, serta bersedia hadir memberikan bantuan untuk masyarakat kurang mampu secara gratis,” kata Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi di kediamannya, Lempong Sari Semarang, Rabu (10/8)

Dia meminta para advokat bisa memberikan masukan-masukan untuk penegakkan hukum agar benar bisa berjalan lebih baik sesuai koridor undang-undang (UU).

Perwakilan panitia Advokat Jateng Bersatu yang digagas dari berbagai organisasi advokat berkunjung kekediaman Walikota Semarang itu, untuk memberitahukan mereka akan melakukan deklarasikan sebagai konsorsium pada 17 Agustus mendatang.

Sementara, Wakil Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Jateng, Theodorus Yosep Parera menuturkan deklarasi tersebut bukan berarti akan membentuk kepemimpinan tunggal, melainkan tetap berjalan sesuai konsep presidium.

“Jadi pimpinan organisasi advokat yang sudah ada, tetap akan memimpin anggota organisasi advokat masing-masing. Deklarasi ini untuk menghindari perpecahan,” ujarnya.

Rencananya, deklarasi advokat Jateng bersatu akan diikuti 500 advokat yang di gagas dari lima organisasi advokat di Jawa Tengah terdiri Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Kongres Advokat Indonesia (KAI), Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) dan Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI).

Ketua DPC Peradi Kota Semarang, Broto Hastono senada mnengatakan atas deklarasi pembentukan konsorsium besar, bukan membentuk organisasi baru, sehingga dalam prosesnya tetap berjalan sesuai masing-masing organisasi advokat.

“Jadi semua organisasi advokat menjadi satu kesatuan walau masing-masing memiliki bendera sendiri,” kata Broto.

Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng, John Ricard Latuihamalo menyatakan, lets kill all the lawyer, seperti halnya ungkapan Napoleon Bonaparte dalam revolusi Perancis, bisa menunjukan ketakutan yang besar akibat persatuan advokat, maka dipecah belah, bahkan harus dimusnahkan adalah keinginan seorang penguasa seperti Napoleon.

Namun demikian, John membayangkan jika advokat itu bersatu, jelas otoriter penguasa yang haus kekuasaan , diskresi yang ngawur, kewenangan yang memaksakan, kehancuran akan kemanusiaan bisa dilawan kalau ada kebersamaan.

“Di Jateng, embrio ini dimulai. Kerukunan, kerendahan hati dan kecintaan akan profesi advokat , membuat keinginan untuk membuat forum kebersamaan dalam Advokat Jateng Bersatu,” ujarnya usai audiensi dengan Walikota Semarang.

Dia mengatakan kalau baju organisasi advokat boleh berbeda, namun daging dan darahnya adalah sama-sama Advokat. Dengan demikian, kerendahan hati, komunikasi dan saling menghormati bisa mewujudkan kesatuan.

“Kita mencoba untuk kebaikan tidaklah salah, membiarkan kehancuran dan pertikaian mungkin dibenarkan namun hati nurani tidak mengakuinya. Majulah Advokat Indonesia, sudah saatnya Advokat bersatu untuk melawan Napoleon-Napoleon modern di negara tercinta ini,” tuturnya. (RS)

127
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>