Sebarkan berita ini:

3-listrik-tenaga-airSEMARANG[SemarangPedia] –Jawa Tengah masih membutuhkan energi listrik untuk memenuhi masyarakat di berbagai pedesaan dan sumber energi terbarukan perlu diprioritaskan sebelum jaringan listrik PLN merambah di daerah itu.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Muhammad Rodhi mengatakan pemenuhan akses listrik di pedesaan di Jateng sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Menurutnya, penerapan pembangkit listrik tenaga mikrohidro bisa direalisasikan di jaringan irigasi dengan mengoptimalkan potensi tenaga air. Selain itu, sejumlah potensi terbarukan lainnya perlu digali dan dipergunakan sehingga mendukung efisiensi energi.

“Penempatan pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan di Jateng perlu diprioritaskan mengingat bahwa efisiensi energi seharusnya menjadi elemen inti dari program reformasi ekonomi yang dapat meningkatkan produktifitas dan daya saing ekonomi daerah,” ujarnya, Kamis. (3/11)

Saat ini, lanjutnya, masih banyak desa terutama di wilayah pegunungan dan kawasan hutan di Jateng yang belum tersentuh aliran listrik, sehingga berpoytensi menghambat pertumbuhan ekonomi.

Jika seluruh pedesaan, dia menambahkan di Jawa Tengah teraliri listrik, sudah dapat dipastikan masyarakat di daerah pedesaan itu bakal memiliki banyak pilihan usaha kecil di daeranya.

“Energi listrik kalau sudah mememenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh pedesaan di Jawa Tengah, sudah pasti mereka akan memiliki kesempatan yang sama dengan warga kota. Akses listrik di pedesaan diharapkan dapat membuka peluang usaha kecil, karena, sesuai data dinas ESDM Jateng, ada sekitar 2.000 dusun di Jateng yang sampai saat ini belum teraliri listrik,” tuturnya.

Dia menambahkan Pemprov Jateng melalui Dinas ESDM sudah mengalokasikan dana sebesar Rp4,7 miliar untuk pembangunan jaringan listrik sebanyak 21.364 jaringan, pada delapan daerah, meliputi Boyolali, Grobogan, Blora, Kebumen, Pati, Purbalingga, Semarang, dan Brebes yang ribuan dusunnya belum teraliri listrik.

Menurutnya, cara lain untuk menyukseskan pembangunan listrik pedesaan, bisa dengan membentuk Desa Mandiri Energi. Desa itu, masyarakatnya memiliki kemampuan memenuhi lebih dari 60% kebutuhan energi dari energi terbarukan yang dihasilkan melalui pendayagunaan potensi sumber daya setempat.

“Jateng memiliki potensi energi air yang cukup besar. Potensi energi air dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) sebesar 28,9 Mega Watt (MW) yang tersebar di daerah seperti Banjarnegara, Banyumas, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Kebumen, Wonosobo dan Temanggung,” ujarnya.

Penerapan pembangkit listrik, lanjutnya, tenaga mikrohidro bisa direalisasikan di jaringan irigasi dengan mengoptimalkan potensi tenaga air. Selain itu, sejumlah potensi terbarukan lainnya perlu digali dan dipergunakan sehingga mendukung efisiensi energi. (RS)

 

265
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>