Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) – RI Juliari P Batubara menyebutkan keberlangsungan sektor pariwisata sangat identik dengan faktor keamanan di suatu daerah atau negara.

“Yang terpenting, saya tekankan pariwisata itu sangat identik dengan faktor keamanan. Yang namanya turis, kalau dengar enggak aman pasti mereka enggan berkunjung ke tempat-tempat wisata yang dinailai tidak nyaman,” ujarnya mengunjungi Kampung Hasta Karya di Kelurahan Pedalangan, Semarang, Jumat (14/9).

Kampung Hasta Karya di Kelurahan Pedalangan, Semarang kini menjadi sentra industri kecil bagi kalangan ibu rumah tangga.

Menurutnya, selama situasi dan kondisi suatu daerah aman, tidak ada yang perlu ditakutkan karena para wisatawan akan datang dengan sendirinya untuk berkunjung dan berwisata.

“Apalagi, kalau melihat situasi yang baik, teduh, dan bersih. Makanya, keamanan dan kebersihan harus diperhatikan oleh siapapun yang berkutat di industri pariwisata,” ujar  Ketua Panja Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) DPR RI itu.

Ari panggilan akrab Juliari itu menuturkan untuk Semarang, potensi pariwisata yang bisa dijual adalah kawasan Kota Lama, namun, ke depan harus melihat upaya serius dari Pemerintah Kota Semarang untuk mengoptimalkan destinasi wisata itu.

“Tinggal dilihat apa upaya serius Pemkot Semarang untuk menjual dan mempromosikan kawasan Kota Lama. Ya, sekarang sudah bagus, tetapi harus lebih menarik lagi promosinya, kebersihan, penghijauannya,” ujarnya.

Mengenai masuk atau tidaknya kawasan Kota Lama Semarang sebagai daftar warisan budaya dunia dari Unesco, Ari mengatakan tidak perlu dijadikan sebagai ukuran maupun alasan untuk tidak mengembangkan potensi yang ada.

“Karena Unesco tidak mungkin sembarangan. Bayangin kalau semua negara yang menganggap memiiki kota lama mengajukan diri ke Unesco. Yang saya ingat, harus sangat-sangat spesifik untuk bisa diakui Unesco,” tutur Ari.

Apalagi, lanjutnya, ada komite tersendiri yang akan menyeleksi dan menilai kawasan-kawasan heritage yang diajukan oleh berbagai negara ke Unesco, sehingga penilaiannya akan sangat ketat.

“Tetap upaya pengembangan kawasan Kota Lama. Banyak contoh kota-kota tua di dunia yang tidak masuk daftar ‘world heritage’ Unescom, namun berhasil sukses,” ujar Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan itu. (RS)

9
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>