Sebarkan berita ini:

nenek1SEMARANG [SemarangPedia]  –  Siapa yang menyangka, di tengah pembangunan yang di galakkan Kota Semarang masih ada juga warganya yang rumahnya terendam banjir atau rob puluhan tahun lamanya.

Ya…  Nenek Sutikah 70 tahun yang rumahnya terletak di RT 4 RW 3 Kelurahan Genuk Sari, Kecamatan Genuk Kota Semarang.

Melihat kondisi setiap akan memasuki rumah tersebut, siapapun harus berjalan pelan menyeberangi banjir rob setinggi kurang lebih 1 meter yang mengelilingi rumah tersebut. Di Rumah inilah menjadi tepat tinggal Nenek Sutikah yang sudah tidak bisa berjalan karena lumpuh yang hanya bisa duduk di atas kasurnya, dengan ditemani cucunya, Anissa yang masih berumur 3 tahun.

Pasalanya, Gadis belia ini tidak bisa menikmati masa kecilnya dengan bermain dengan teman-teman sebaya di kampungnya, karena hanya bisa mengurung diri di dalam rumah karena keadaan.

nenek

Setiap harinya Nenek Sutikah dan Anissa hanya bisa menunggu kepulangan Alivah (45),  yang merupakan menantunya yang bekerja sebagai buruh cuci.

Nenek Sutinah hanya bisa pasrah dan bertahan hidup meski dalam kepungan banjir rob selama bertahun-tahun.  Selain mengandalkan uang gaji dari menantunya yang tak lebih dari 500 ribu dalam sebulan, mereka juga mengharapkan belas kasihan dari warga sekitar.

Yang lebih disayangkan sampai saat ini belum pernah ada bantuan dari pemerintah. Bantuan raskin, kartu bpjs kesehatan, kartu indonesia sejahtera, dan sejumlah kartu sakti lainnya juga tidak pernah mereka dapatkan. Annissa sampai sekarang tidak bisa merasakan bangku sekolah karena terbentur biaya.

97
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>