Sebarkan berita ini:

27- Bus Masal 1SEMARANG[SemarangPedia] – Wilayah Kota Semarang kini mendesak membutuhkan angkutan massal yang memadai, mengingat tingkat kemacetan lalu lintas di ibukota Jateng ini sudah sangat parah. Namun, perlu diiringi dengan perubahan pola pikir masyarakat.

Permasalah transportasi itu mencuat dalam sebuah Diskusi Publik yang dikemas dengan tema ‘Kiat Sukses Transportasi Kota Semarang’ di Hotel Grasia Semarang, Jumat (27/5).

Diskusi yang digelar oleh Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya, Purnomo Dwi Sasongko ST MT Sekretaris Bapeda Kota Semarang, Agung Budi Margono ST MT mewakili Komisi C DPRD Kota Semarang dan Theresiana Tarigan Ketua Koalisi Pejalan Kaki Kota Semarang.

Di depan peserta diskusi, dari kalangan mahasiswa, dosen, aktivis dan instansi terkait, Purnomo Dwi Sasongko ST MT mengatakan Kota Semarang yang masuk kategori kota tangguh perlu mengajak masyarakat untuk meninggalkan transportasi privat ke transportasi publik sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan.

“Untuk itu perlu sistem transportasi yang terintegrasi dengan moda transport lainnya, agar seluruh masyarakat bisa menikmatinya,” ujarnya.

Sementara Agung Budi Margono menilai saat ini telah terjadi penurunan angka pengguna transportasi massal. Bahkan berdasarkan data pada 2013 terjadi peningkatan yang mencapai sebanyak 7 juta pengguna transportasi massal.

“Namun mengapa pda 2015 terjadi penurunan menjadi 2 juta? Ada apa dengan transportasi massal di kota Semarang?” tanya Agung.

Faktor tersebut, lanjutnya,  juga disebabkan sistem transportasi massal yang belum mampu menjawab harapan masyarakat. Misalnya, angkot yang suka ngetem di jalan, atau BRT yang kadang sulit diminta berhenti di salah satu shelter, sehingga pada akhirnya, masyarakat pengguna kecewa hingga mereka ke transportasi pribadi

Theresiana Tarigan, Ketua Koalisi Pejalan Kaki Kota Semarang sebagai pembicara lain, menuturkan melalui diskusi ini diharapkan mampu terciptanya perbaikan fasilitas pejalan kaki sehingga menjadi pendukung perbaikan pelayanan umum.

“Diharapkan perbaikan fasilitas tersebut akan dirasakan positif oleh masyarakat terutama kaum perempuan dan difabel,” ujarnya.

170
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>