Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kota Semarang kembali menambah satu destinasi wisata menarik, setelah masjid berbentuk kapal pesiar megah berdiri di bukit Politeknik Bumi Akpelni Semarang diresmikan.

Masjid kapal pesiar megah setinggi 21 meter yang dibangun Politeknik Bumi Akpelni itu, berdiri menghadap ke barat. Selain memiliki  daya tarik juga unik karena ketika senja saat mentari terbenam, adzan berkumandang ratusan orang berbondong-bondong masuk ke dalamnya untuk melaksanakan shalat jemaah.

Masjid itu menyajikan lanskap Kota Semarang yang lebih menarik karena berdiri di atas bukit. Bahkan menambah satu lagi destinasi wisata masjid bagi Kota Semarang dari sebelumnya masjid dengan desain kapal seperti Bahtera Nabi Nuh AS juga telah dibangun lebih dulu di kawasan Kelurahan Pedorejo, Nagaliyan Semarang yang kini mampu menyedot ratusan wisatawan setiap liburan.

Masjid kapal pesiar megah itu dinamai dengan Masjid Haji Soenarto, nama warga yang menyumbang donasi terbesar pembangunan tempat ibadah yang menelan biaya senilai Rp10,9 miliar itu.

Pembangunan masjid pesiar itu memakan waktu 13 bulan, terdiri dari empat lantai. Lantai pertama hingga ke tiga digunakan untuk tempat ibadah, sedangkan lantai keempat adalah anjungan yang dibuat detail menyerupai kapal asli.

Roda kemudi, ruang navigasi, jendela bahkan detail-detail peralatan di kamar radio benar benar bisa digunakan layaknya kapal sesungguhnya.

Soenarto mengatakan selain digunakan untuk ibadah, masjid kapal pesiar ini pada lantai empati dibangun menyerupai aslinya agar bisa juga digunakan taruna Pliteknik Bumi Akpelni untuk belajar.

Masjid kapal pesiar megah yang diresmikan Kamis malam (12/9) ini semakin melengkapi destinasi wisata di wilayah Kota Semarang dan satu-satunya masjid kapal yang  terbesar di Jawa Tengah.

“Saya sengaja menginginkan bangunan masjid berbentuk kapal pesiar ini dibangun di kompleks lingkungan kampus Akpelni yang merupakan pusat pendidikan pelayaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Achmad menuturkan masjid itu ke depan juga akan dibuka untuk umum dan sebagai kunjungan wisata edukasi.

Dengan destinasi wisata masjid kapal pesiar di atas bukit itu, lanjutnya, bisa menunjukkan Kota Semarang adalah salah satu pusat maritim di Indonesia.

“Kalau dirunut sejarahnya, Belanda dahulu membangun pendidikan pelayaran di Indonesia hanya dua, di Makassar dan Semarang. Nah, masjid kapal ini kami harap juga memperkuat ikon Semarang sebagai pusat maritim,” tuturnya. (RS)

 

 

354
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>