Sebarkan berita ini:

_DSC8098SEMARANG [SemarangPedia] – Semarang Moesang Community (Semoc) salah satu komunitas pecinta hewan omnivora jenis musang ini mengelar kegiatan sosialisasi serta edukasi pada masyarakat. Musang yang dianggap sebagai hama oleh para petani, ditanggan komunitas ini bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan layaknya kucing dan anjing.

Taurusa Alkhamdani, Ketua Semoc diacara Kontes Musang menjelaskan, hewan musang ini memang sedang naik daun yang bisa disejajarkan dengan kucing persia atau ras anjing.

“Melalui kegiatan ini, Semoc inggin mengedukasi masyarakat luas bahwa musang juga bisa dijadikan hewan peliharaan dan nyatanya Kontes ini mendapat antosias positip dari masyarakat,” Kata Taurusa di sela – sela Kontes Musang, Taman Raden Saleh (TBRS) Semarang, pekan lalu.

Sekitar 400 peserta yang mengikuti Kontes Musang dari berbagai komunitas pecinta musang baik di Semarang maupun luar kota seperti Jogja, Klaten, Solo, Purwokerto, Karawang, Lombok dan lainnya. “Musang kini sudah bukan musuh dan hama lagi, mereka hewan bisa dijinakan yang bisa bersahabat dengan manusia,” imbuhnya.

Beberapa kategori yang dikonteskan seperti Open Baby di bawah 5 bulan, Musang Obesitas, Musang Akar, Musang Bulan dan Kerabat Musang seperti garangan. Penilaian berdasarkan mulai dari kesehatan, orisinilitas gigi dan taring, dan kejinakan musang.

“Pihak juri juga memiliki kompetensi yang beragam mulai dari dokter hewan sampai pengamat musang, khusus kita datangkan dari Lampung dan Kebumen,” katanya.

Dengan mengenalkan hewan musang mealulai Kontes Musang ini Taurusa berharap, hewan omnivora ini bisa sebagai hewan rumahan, lantaran dalam segi perawatan sangatlah mudah dibandingkan anjing dan kucing. Bahkan untuk makanannya sangat mudah didapatkan yaitu dengan memberikan buah – buahan yang mudah didapatkan.

“Makanan dan kotoran tak bau. Tak perlu vaksin karena imunitas musang lebih kuat dibanding kucing dan anjing. Tak perlu grooming, cukup kita semprot dengan air sabun,” tukasnya.

Ajiz salah satu peserta dari Pecinta Musang Kota Baru Cikampek (Pemkot), sengaja datang dan mengikuti kontes sebagai ajang silaturahmi dan bertukar pengalaman sesama peggemar musang.

“Kebanyakan musang yang saya miliki berasal dari para pemburu liar, dari pada musang itu dibunuh dan dikonsumsi, ini saya lakukan aksi untuk melestarikan dan melindung musang, jika musang terus di buru maka hewan cantik ini kelamaan akan punah juga, jelasnya.

 

 

258
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>