Sebarkan berita ini:

1-APBD JatengSEMARANG[SemarangPedia]- APBD Pemprov Jateng hingga semester I/2016 hanya mempu terserap 34,8% senilai Rp7,806 triliun, dari alokasi Rp22,426 triliun.

Serapan APBD semester I senilai itu, tercatat untuk belanja tidak langsung 35,29% sebesarRp 5,646 triliun dari alokasi Rp 16,03 triliun dan serapan belanja langsung 33,82% senilai Rp2,16 triliun  dari alokasi Rp6,38 triliun.

Menurut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Djoko Sutrisno, rendahnya realisasi anggaran belanja tidak langsung akibat minimnya serapan di beberapa pos belanja.

Serapan, lanjutnya, untuk belanja bantuan sosial (Bansos) hanya 0% dari alokasi Rp 41,65 miliar, belanja bantuan keuangan (Bankeu) 11,31% sebeasar Rp 260,79 miliar dari alokasi Rp 2,29 triliun.

Dia menuturkan untuk belanja pegawai 41, 76% senilai Rp 1,226 triliun  dari alokasi anggaran Rp 2,935 triliun, belanja hibah 47,75% seniolai Rp 2,558 triliun  dari alokasi Rp 5,359 triliun, belanja bagi hasil dengan kabupaten/kota 29,87% sebesar Rp1,6 triliun dari alokasi Rp 5,356 triliun dan belanja tak terduga 2,17% sebesar Rp1,29 miliar dari alokasi Rp 46,66 miliar.

Belum terealisasinya bansos, lanjutnya, karenqa pemugaran 3.715 rumah tak layak huni (RTLH) masih dalam proses rekomendasi dan bansos pendidikan Rp 750 juta untuk 500 mahasiswa juga tahap verifikasi akhir.

“Anggaran murni Bansos belum bisa. Tahun depan juga mungkin belum tentu bisa, sehingga harus dijawab dengan pelaksanaan bankeu,’’ ujarnya.

Dia mengatakan hibah pendidikan, terdapat perubahan Peraturan Gubernur terkait syarat badan hukum. Hibah keagamaan pada lembaga pengembangan tilawatil Quran (LPTQ) dalam proses pengajuan SK Gubernur.

Sementara bagi hasil kabupaten/kota dibagikan berdasar pada penerimaan pajak daerah yang diterima pemprov. Sedangkan masih terdapat kendala Bankeu pada penetapan APBD kabupaten/kota lebih awal dari APBD provinsi, sehingga perlu dilakukan perubahan Perkada (Peraturan kepala daerah) penjabaran APBD kabupaten/kota atau menunggu APBD Perubahan kabupaten/kota.

‘’Realisasi belanja tak langsung ini lebih rendah dibanding periode yang sama 2015, sebesar 40,22%. Realisasi belanja langsung SKPD sebesar 29,26% lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 30,22%,’’ tuturnya. (RS)

179
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>