Sebarkan berita ini:

JAKARTA[SemarangPedia] – Seru dan kocak banget melihat penampilan dari tim Sentra Jamu vs Tim Muncul Mekar yang digelar dan ditayangkan dalam acara progam Family 100 GTV Senin malam (16/7) pukul 16.00 WIB.

Para pemirsa yang mengemari progam Family 100 GTV pasti semangat saat menyaksikan permainan kedua tim ini tersebut, selain seru juga kocak, Ananda Omesh yang memandu acara itu terus mengelitik kedua tim tersebut dengan beberapa pertanyaan yang diselingi humoris.

Yang menarik lagi Omesh saat pada awal pembukaan memberikan pertanyaan kocak yakni selain kacoak hewan apa paling banyak berkeliaran di toilet…..?. tim Muncul Mekar nampak agak kebingungan untuk menemukan jawabannya, bahkan ada yang menjawab cicak dan orong-orong hewan dengan nama bahasa Jawa, namun tidak ada ada jabawan pada survei membuktikan.

Tim Muncul Mekar yang begitu semangat akhirnya mampu menjawab semuanya di antaranya semut, nyamuk, kelabang, cicak, serangga dan tikus hingga memperoleh nilai 96 point.

Bagi pemirsa anak 90-an pasti sudah tahu kuis Family 100 yang pada awalnya Kuis itu di pandu oleh Sony Tulung ini menjadi kuis yang paling sukses, karena berhasil mencapai lebih dari 2,500 episode.

Acara kuis ini pun menjadi acara yang dinanti penonton setianya, karena sering membuat penasaran dengan hasil survey dari setiap pertanyaannya. Sudah memasuki musim ke-7 lebih, kuis yang diadaptasi dari Family Feud dari Amerika Serikat ini pun sudah banyak berinovasi dan dipandu oleh beberapa presenter ternama dari kalangan artis.

Sementara dalam progam Family 100 yang menampilkan tim Muncul Mekar vs Tim Sentra Jamu Senin lalu, para peserta kedua tim itu merupakan karyawan PT Muncul Mekar Anak usaha PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang bergerak di bidang distribusi. Muncul Mekar dibawah Pimpinan (CEO) Jonatha Sofyan Hidayat.

Sedangkan Sentra Jamu Indonesia (SJI) didirikan PT Muncul Mekar dari gagasan Sofyan dan  mulai dioperasikan pada 10 Agustus 2016 lalu, sebagai upaya untuk mendorong aktivitas kalangan industri jamu, herbal dan farmasi, sekaligus untuk menghadapi persaingan pasar global.

CEO  PT Muncul Mekar Jonatha Sofjan Hidayat mengatakan SJI didirikan untuk menfasilitasi berbagai kendala yang menghambat aktivitas kalangan industri jamu, herbal dan farmasi, selain juga mendorong meningkatkan daya saing produk jamu herbal dalam negeri di persaingan pasar dunia.

Bahkan, lanjutnya, juga untuk melindungi produk jamu Indonesia tidak diakui kreasi dari negara lain, seperti batik, reog Ponorogo  dan sejumlah lagu yang telah diklaim oleh negara lain.

Dia yakin SJI ini bakal memberikan dampak yang cukup besar untuk mekampanyekan minuman jamu dan tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga negara-negara lain.

“Dengan adanya SJI ini optimis akan mampu mengembangkan dan membudayakan minuman jamu tradisional produk asli Indonesia,” ujarnya, Senin. (17/8)

Selain itu, lanjutnya, SJI dibentuk dengan harapan mampu lebih mengenalkan jamu dan semakin diminati masyarakat, sekaligus melestarikan jamu sebagai minuman asli Indonesia.

“Dengan dioperasikan SJI, setidaknya semua hambatan yang dihadapi kalangan industri jamu herbal dapat diatasi dan berkurang, karena SJI akan menjadi tempat untuk fasilitator kegiatan diskusi, dialog, seminar, talkshow serta kegiatan sejenisnya yang membicarakan tentang jamu herbal.

SJI  yang dioperasikan di Kota Jakarta dua tahun lalu itu menempati lantai dasar (Ground) di Gedung Graha Muncul Mekar di Jln Panjang Arteri Kelapa Dua No 27 Kebun Jeruk Jakarta.

“Ke depan kita juga akan melakukan pengembangan inovasi untuk tetap menjaga keaslian jamu tradisional ini, agar tidak punah sebagai warisan asli budaya bangsa,” tuturnya.

Menurutnya, pada saat komunitas Sentra Jamu Indonesia memiliki tekad yang kuat untuk melestarikan jamu sebagai minuman asli Indonesia, masyarakat juga diharapkan semakin berminat mekonsumsikan minuman jamu.

J Sofjan Hidayat CEO PT Muncul Mekar

“Kami bertekad akan tetap mempertahankan warisan asli leluhur ini dengan cara memperkenalkannya jamu lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.

SJI dilengkapi dengan museum yang menggambarkan jamu dan herbal itu seperti apa, sampel bahan baku jamu dan vedio tentang pabrik jamu Sido Muncul, cara pembuatan jamu yang benar, sejumlah penghargaan yang diperoleh Sido Muncul, sehingga pelaku usaha, mahasiswa dan masyarakat lain yang ada di Jakarta sekitarnya tidak perlu harus berkunjung ke pabrik jamu Sido Muncul, karena sudah bisa melihat aktivitas industri jamu dan memperoleh keterangan dan penjelasan dari pihak SJI.

Tidak hanya itu, tutur Sofyan, Sentra Jamu juga merupakan Wadah untuk memperkenalkan jamu di Indonesia, bahkan saat ini  juga menyediakan makanan khas Nusantara khususnya Jawa Tengah.

Menurutnya, SJI memiliki fasilitas restoran yang dapat digunakan untuk seminar, meeting, acara halal bihalal, reunian, santai-santai sambil berkaraoke. Restoran yang didesain dengan nuansa asri itu kini mulai ramai dikunjungi konsumen. (RS)

30
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>