Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Sebuah Replika tangan mengegam pusaka merah putih dibalut berbagai bunga, mulai sedap malam, mawar merah, kenanga mapun dupa terjaji rapi di Panggung Utama Festival Durian 2017 Lapangan Waduk Jati Barang Semarang.

Rangkaian tersebut merupakan sesaji sekar jagad yang di siapkan oleh
Pakar Jawi dan forum Kesenian Jawa serta mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Widodo Brotosejati, Praktisi Seni Unnes sekaligus Dose  Fakultas Bahasa Dan Seni memuturkan sesaji ini sebagai permohonan kelancaran dan juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta.

“Secara umum Hatur luhur sesaji sekar jagat ini juga sebagai “Memayu hayuning bawana”, Menjaga keselematan dan memperindah dunia dan seisinya,” ujarnya kepada semarangpedia.com. Kamis. (23/2)

Dalam upacara tradisional Jawa ini turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana, Lurah Kandri Gunung Pati Akhiyat serta Polsek Gunung Pati

Lamunan tembang-tembang Jawa yang berisikan kehidupan rasa syukur dan tetabuhan lirih kendang dan gang yang dimainakan membuat susana malam menjadi syahdu.

Di akhir, sesaji sekar jagad dikirab menuju waduk Jati Barang bersama para hadirin, baik dari rombongan Dinas Pertanian, Lurah Kandri, penggiat kesenian Jawa, mahasiwa dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. (RS)

217
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>