Sebarkan berita ini:

balaikota-semarangSemarang [SemarngPedia] – Setiap tahun rata-rata 600 Pegawai Negeri Sipil “PNS” jajaran pemerintah kota semarang berkurang karena memasuki masa pensiun, dengan demikian pemerintah kota semarang harus segera menambah tenaga honor non pns meski terbatas pada tenaga kasar.

Meski kebijakan moratorium penerimaan pegawai negeri sipil oleh pemerintah pusat belum dicabut, hal ini cukup dirasakan oleh pemerintah kota semarang. Seperti yang dungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang Bambang Kono, menyatakan dengan keterbatasan yang ada karena jumlah PNS yang terus berkurang Pemkot Semarang terpaksa mengoptimalkan sumberdaya manusia yang ada.

“Pengurangan pegawai yang cukup dirasakan adanya pns yang pensiun atau sebab lainnya, khusus pns yang pensiun setiap tahun pemkot terdapat rata-rata 600 pns pensiun”, ujar Bambang.

Dengan jumlah yang tidak sedikit dan tanpa diimbangi penambahan pegawai tentu berdampak pada kekurangan pegawai. Namun hal ini di akui juga di alami oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Dari kekurangan pegawai tersebut paling banyak yang dibutuhkan adalah tenaga kesehatan dan pendidikan.

Khusus untuk kota semarang sampai saat ini masih kekurangan sekitar 3000 an tenaga kesehatan dan pendidikan. Hal ini disebabkan sejak tahun 2014 tidak pernah ada formasi penambahan pegawai tenaga kesehatan dan pendidikan.

“Sampai sekarang jumlah PNS Pemerintah Kota Semarang sekitar 14 ribu 318 orang adapun sesuai aturan penisun pns untuk eselon 3 kebawah di usia 58 tahun sedangkan eselon 2 di usia 60 tahun”, pungkas Bambang.(Ari)

167
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>