Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Kota Semarang identik  dengan bangunan-bangunan tua peninggalan  kolonial Belanda yang berlokasi di kawasan  Kota Lama.

Berbagai bangunan dengan kemegahan arsitektur Eropa yang megah membuat orang yang pernah tinggal di Kota Lumpia ini tetap mengenangnya.

Seperti aktris  Ine Febriyanti. Wanita kelahiran Semarang  18 Februari 1976 ini mengaku rindu dengan Semarang terutama kawasan  Kota Lama, setelah lama meninggalkan kota kelahirannya.

Banyak kenangan di kawasan bangunan tempo dulu yang berjejer di sekitar Gereja Blenduk dan sekitarnya, saat dia masih sekolah di Semarang.

Semasa menyelesaikan sekolahnya di SMP Negeri 4 Semarang, Ine Febriyanti mengaku saat itu bersama teman-temannya keliling Kota Lama mengendarai sepeda motor.  Sejumlah jalan di kawasan itu, sering dilewati sambil melihat bangunan tua.

“Aku kangen jadi anak SMP lagi, saat itu habis main basket di sekolah yang jaraknya dekat dengan Kota Lama, aku bareng teman-teman mengendarai motor beramai-ramai keliling di Gereja Blenduk dan sekitarnya.,” tuturnya.

Bahkan, aktris yang hobi panjat tebing ini menuturkan ada satu kenangan yang hingga kini masih terasa terkesan sekali bila membicarakan kawasan Kota Lama.

“Saat itu aku sering ke Kantor Ayahku di kawasan Kota Lama yang menyeramkan. Ada satu kenangan yang hingga kini masih terasa jika ingat Kota lama, yaitu bau apeknya ingat sampai sekarang,” ujar  atrtis Pemeran Utama Wanita Terbaik, dalam film Nay (2015).

Wanita berperas cantik yang membintangi  film Beth ini merindukan Kota Lama seperti keberadaan bangunan kuno di Negara Perancis yang telah berusia ratusan tahun tetapi masih terawat dengan rapi.

“Bagiku Semarang adalah kota kenangan. Aku memimpikan Kota Lama bisa  seperti di Negara Perancis. Di negera Eropa itu  bangunan-bangunan  tuanya masih tertata rapi dan dimanfaatkan. Bahkan rumah  tinggal di kawasan tersebut umurnya mencapai 500 tahun dan masih kokoh dan terawat,” ujarnya kepada semarangpediaa.com.

Kota Lama tidak hanya sekedar bangunan tua saja, namun bagi aktris tomboy ini, Kota Lama yang mendapat julukan Little Netherland itu memiliki seni arsitek tinggi di antaranya  Gereja Blenduk.

Agar kawasan yang menjadi kebanggaan warga Semarang ini tetap lestari, Ine Febrianti berharap agar Walikota Semarang Hendrar Prihardi tetap peduli keberadaan Kota Lama.

“Saya harap Bapak Walikota Semarang melalui kebijakannya membangun infrastruktur yang baik dan nyaman buat warga semarang terutama di kawasan Kota Lama. Dan aku dengar apalagi saat ini ada kerjasama antara pemkot Semarang dan Pemerintahan Belanda untuk memperbaiki kawasan tersebut,” tuturnya. (RS)

 

219
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>