Sebarkan berita ini:

9-SidangSEMARANG[SemarangPedia] – Sidang tuntutan atas perkara dugaan penganiayaan terhadap anak dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Cilacap Sri Widodo, yakni Rendhi Widodo Putera yang menjerat terdakwa pengacara asal Kota Semarang, Novel akhirnya ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (9/6). Penundaan itu belum siapnya atas berkas tuntutan tim JPU dari Kejari Semarang.

Kasi Tipidum Kejari Semarang, Anton Rudyanto mengatakan kalau penundaan tersebut belum mendapatkan persetujuan dari atasan. Selain itu, pula sudah mempertimbangan, bahwa waktu masa penahanan Novel masih belum habis.

”Pak Kajari dari pagi sampai sore, sedang menghadiri acara pengarahan dari Kajati baru, sekaligus acara pisah sambut. Saya juga belum ketemu dari kemarin. Sidang perkara itu ditunda 16 Juni,” ujar Anton.

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Novel menuturkan sudah tidak betah berada dalam tahanan dan meminta proses persidangan agar segera dipercepat.

Dalam perkara tersebut, yang bersangkutan juga mengaku telah melakukan pemukulan sebanyak tiga kali, namun hanya satu kali yang mengenai Rendi.

‘”Rendi juga memukul saya berkali-kali tapi kena satu kali. Semua itu awal mulanya karena ucapan Rendi mengatakan lonte kepada istri saya, bagaimanapun ucapan lonte itu penghinaan, kemudian Rendi memukul dulu usai cekcok-cekcok,” kata Novel dihadapan majelis hakim yang dipimpin Antonius Widijantono.

Novel juga mengatakan sebenarnya hubungannya dengan Sri Widodo sebelumnya baik-baik saja, hanya saja sesama istri diakuinya sering cekcok dan sudah biasa terjadi. Namun, sebelumnya sempat sepakat dengan Sri Widodo apabila para istri cekcok para suami tidak usah ikut campur.

“Hanya waktu itu saya emosi karena ada pelemparan sandal dan muncratnya air pipa karena dirusak Rendi, ditambah lagi teryata selama percecokan istri saya dikatakan lonte, waktu itu istri saya mengatakan kue ngerti ora aku dionekne lonte, kue trimo ora bojomu dionekne lonte (kamu tahu tidak saya dikatakan lonte, kamu terima istrimu dikatakan lonte,red). Disitulah saya lebih emosi,” ujarnya. (RS)

104
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>