Sebarkan berita ini:

MALANG[SemarangPedia] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menggelar operasi katarak gratis bagi pasien, kali ini  di wilayah Jawa Timur setelah sebelumnya di berbagai kota di Jateng,  Jabar dan DKI, sebagai upaya memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat kurang mampu.

Pelayanan bhakti sosial (baksos) bagi masyarakat kurang mampu itu, Sido Muncul bekerja sama dengan Perdami Cabang Malang Raya dan pelaksanaan dilakukan di Rumah Sakit (RS) Universitas Brawijaya, Malang.

Sebanyak 200 penderitan katarak akan diberikan operasi gratis yang akan dilaksanakan dibeberapa Rumah Sakit di Jawa Timur.

Pelaksanaan baksos operasi katarak di Jawa Timur untuk mengawali pelaksanaan pertama dilakukan di Rumah Sakit Universitas Brawijaya, Malang, pada Sabtu (21/9) dengan 20 pasien.

Selebihnya 180 penderita katarak lainnya akan dilakukan secara bertahap di beberapa Rumah Sakit di Jawa Timur.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan operasi katarak gratis ini sudah dilakukan sejak 2011 lalu dan pelaksanaan baksos operasi katarak ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan kerja sama antara Sido Muncul dengan PERDAMI.

“Kami selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan ini dan bekerja sama dengan berbagai pihak, dan kali ini, Sido Muncul bekerja sama dengan PERDAMI Malang Raya, RS Universitas Brawijaya. Kami senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini yang diharapkan bisa membantu para penderita katarak untuk kembali beraktivitas,” ujar Irwan.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam rangka mengurangi jumlah penderita katarak di Indonesia.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh PR Manager Sido Muncul Sri Wahyuni kepada Ketua Perdami Cabang Malang Raya dr Safaruddin Refa, Sp M-KVR saat seremonial Operasi Katarak Gratis di RS Universitas Brawijaya.

Acara seremonial itu juga dihadiri oleh Direktur RS Universitas Brawijaya Dr dr Sri Andarini, Mkes dan para tamu undangan lainnya.

Menurut Irwan, operasi katarak gratis ini telah memasuki tahun ke-delapan dan telah dilaksanakan di 27 provinsi, 211 kota/kabupaten dan dilaksanakan pada 241 Rumah Sakit/klinik mata di seluruh Indonesia. Total yang telah dioperasi hingga September 2019 ini telah mencapai sebanyak 52.491 mata.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mengurangi angka penderita katarak, khususnya di Jawa Timur. Masyarakat juga dihimbau untuk menghilangkan persepsi operasi katarak adalah sesuatu yang menakutkan, karena satu-satunya cara untuk sembuh dari katarak hanya dengan operasi,” tutur Irwan.

Irwan menuturkan saat pertama kali Sido Muncul melakukan baksos operasi katarak, banyak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasien penderita katarak yang mau dioperasi. Dimana target yang ingin dicapai 5.000 pasien, namun yang terjaring hanya 3.500 pasien penderita katarak.

Selain itu, Irwan menambahkan jumlah Rumah Sakit yang mau diajak kerja sama hanya sedikit jumlahnya. Saat itu belum ada program BPJS dari pemerintah.

Namun pada 2012, tutur Irwan, Sido Muncul bekerja sama dengan PERDAMI, TNI AD dan pihak lain untuk melaksanakan operasi katarak gratis, sehingga realisasnya kini berjalan lancar.

Bahkan dibantu oleh KASAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo saat itu, yang ikut mengkampanyekan Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia melalui iklan layanan masyarakat dari Tolak Angin Sido Muncul, target operasi katarak untuk 12.000 mata dapat tercapai, bahkan melampaui 12.700 mata. (RS)

 

 

27
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>