Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk siap pasarkan produk terbaru Soft Capsule untuk Tolak Angin dan Tolak Linu, setelah sebelumnya sertifikat ijin edar dari Badan POM (BPOM) RI diserahkan.

Dirut PT Sido Muncul David Hidayat mengatakan setelah memperoleh ijin edar yang diterbitkan BPOM, perusahaan siap memasarkan obat herbal Tolak Angin dan Tolak linu dalam bentuk Soft Capsule.

“Paling lambat dua bulan ke depan produk terbaru soft capsule Tolak Angin dan Tolak Linu sudah memasuki pasar baik lokal maupun ekspor,” ujarnya di sela-sela menerima kunjungan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan, Puan Maharani di pabrik Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang, akhir pekan lalu.

Sido Muncul, lanjutnya, merupakan pabrik jamu pertama yang memproduksi jenis soft capsule dengan memperoleh sertifikat ijin edar dari Badan POM.

Soft Capsule, tutur David, merupakan inovasi produk terbaru Sido Muncul dengan mengembangkan produk cairan obat dalam yang sebelumnya berbentuk shaset menjadi soft capsule.

Menurutnya, untuk produk baru Soft Capsule sementara hanya untuk jenis obat herbal Tolak Angin dan Tolak Linu dan pada tahap awal masih diproduksi dalam satu mesin berkapasitas 30.000 capsule per jam.

“Untuk soft capsule sementara ini baru kita produksi pada satu mesin dengan kapasitas 30.000 capsule per jam dan diharapkan dengan penyerahan surat ijin edar dai BPOM, produk baru itu segera bisa diterima masyarakat,” tuturnya.

Berdasarkan catatat Badan POM, selama ini Sido Muncul telah mendapatkan 280 nomor ijin edar dan untuk produk Soft Capsule ini menjadi nomor yang ke 281 ijin edar yang didapatkan Sido Muncul.

David menuturkan perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan inovasi berbagai produk dari sebelumnya telah meluncurkan produk Herbal drink dalam kemasan botol kaca dengan lima varian dan sukses memperkenalkan dua varian Kukubima Energi Herbal dan Tolaklinu Mint.

Kini Sido Muncul kembali meluncurkan produk terbaru Soft Capsule Tolak Angin dan Tolak Linu dan siap dipasarkan, mendampingi produk sebelumnya Tolak Angin dan Tolak Linu dengan kemasan shaset.

Perusahaan yang berbasis di Bergas, Klepu, Kabupaten Semarang itu, tidak akan berhenti melakukan inovasi produk, sebagai langkah upaya untuk memperkuat dan mewujudkan SidoMuncul menjadi perusahaan jamu dan herbal terkemuka ke depan.

Sebagai perusahaan yang berpengalaman selama 65 tahun dalam bidang herbal, dua tahun terakhir ini telah berhasil melakukan pengembangan untuk membuat berbagai produk berbahan herbal murni.

“Tahun ini perusahaan masih tetap memfokuskan untuk menggenjot pasar ekspor ke berbagai negara potensial, menyusul dua produk andalan Tolak Angin dan Kuku Bima Energi berhasil menggebrak pasar Philipina dan beberapa negara di Asia Tenggara,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan tengah mempersiapkan pemenuhan kebutuhan ekspor, terutama  untuk pasar Philipina, bahkan Februari tahun ini telah merealisasikan ekspor Tolak Angin sebanyak 6,253 juta shaset dari yang ditargetkan 10 juta shaset atau 7 kontainer untuk negara tetangga itu.

Tolak Angin dan Kuku Bima Energi sudah dapat ditemukan di berbagai gerai tradisional maupun modern di Philipina, mengingat dua produk andalan itu telah didaftarkan pada Food and Drug Adiministration Philippines.

Manajemen perusahaan, dia menambahkan telah mempersiapkan secara matang ke depan dan pengembangan fasilitas pabrik untuk  memenuhi kebutuhan perluasan pasar ekspor dengan menyediakan produk yang berkualitas serta memenuhi kuantitas yang diharapkan, sehingga penjualan ekspor kini semakin terus digenjot.

Saat ini, tutur David, produk SidoMuncul telah terjual di 16 negara yang merupakan pasar ekspor sangat potensial, sehingga penjualan ekspor dapat terus meningkat sesuai yang diharapkan.

Sebelumnya, perusahaan telah melakukan pengembangan pasar ke negara Negeria dengan merealisasikan ekspor produk Kuku Bima Energi sebanyak enam kontainer pada 2014 dan sebanyak 16 kontainer ke negara Malaysia secara bertahap yang direalisasikan sejak 2016.

Ekspor juga telah direalisasikan untuk pasar Australia dan segera menyusul ekspor ke negara Thailand, setelah sebelumnya Tim Badan POM Thailand melakukan kunjungan ke pabrik SidoMuncul beberapa waktu lalu untuk melihat langsung proses produksi.

David menuturkan prioritas pengembangan pasar ekspor ke Philipina sangat menjanjikan, mengingat kebiasaan masyarakat di negara itu sama dengan konsumen Indonesia sangat menyukai jamu dan prouk herbal.

“Penjualan  ekspor kami sudah menyebar di 16 Negara di antaranya Malaysia, Singapore, Vietnam, Philipina, Saudi Arabia, Australia, Amerika dan beberapa negara di kawasan Eropa,” tuturnya. (RS)

27
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>