Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Lebaran tahun ini kembali menggelar mudik gratis dengan menyiapkan armada bus sebanyak 189 unit untuk mengangkut 12.000 pemudik yang terdiri penjual jamu, pengasong, pekerja urban dan buruh secara gratis.

Mudik gratis bersama Sido Muncul itu dijadwalkan akan diberangkatkan dari kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Kamis besok (30/5), dan beberapa unit armada di antaranya juga diberangkatkan bersamaan dari Bandung, Sukabumi, Bogor, Cilegon, Serang, Cikampek, Cibinong, dan Tangerang.

Pemberangkatan bus mudik gratis yang mengangkut sebanyak 12.000 penumpang pedagang jamu itu akan dilepas jajaran Direksi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Kegiatan mudik gratis itu merupakan yang ke- 30 dari tahun – tahun sebelumnya rutin digelar setiap menjelang Lebaran.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan penyediaan armada bus mudik itu dilakukan sebagai tradisi perusahaan jamu tradisional untuk membantu pemudik setiap menjelang Lebaran tiba, dari sebelumnya hanya bagi para pedagang jamu. Namun, kini diperluas dengan pedagang asongan yang menjual produk Sido Muncul.

Selain itu, tutur Irwan, bantuan armada bus dari Sido Muncul, juga sebagai partisipasi untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan angkutan Lebaran dari Jakarta dan sekitarnya menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.

Menurutnya, bus sebanyak 189 unit disiapkan untuk membawa penumpang dari Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang dan sekitarnya menuju ketujuh kota tujuan Cirebon, Tegal, Kuningan, Banjarnegara, Solo, Wonogiri, dan Yogyakarta.

Semua penumpang tersebut tidak dikenakan biaya sepenuhnya secara gratis dan pemberangkatan akan dilaksanakan pada 30 Mei besok yang dipusatkan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),” ujarnya kepada semarangpedia.com.

Dia menuturkan kegiatan yang dilakukan rutin setiap tahun sekali menjelang Lebaran dan mudik secara gratis ini, bukan semata-mata membantu keuangan para penjual jamu, karena mereka masih memiliki kemampuan mudik dengan biaya sendiri.

Namun, lanjutnya, kegiatan ini sebagai partisipasi Sido Muncul untuk ikut membantu pemerintah dalam mengatasi problem transportasi mudik yang waktunya singkat dan bersamaan sulit memperoleh angkutan saat menjelang Lebaran.

Mudik bersama kali ini, tutur Irwan, merupakan agenda rutin Sido Muncul yang dilakukan untuk yang ke-30 dari pertama dilakukan pada 1991. Total biaya yang dikeluarkan untuk keperluan tersebut Lebaran tahun ini mencapai sebesar Rp3,5 miliar.

Perusahaan jamu yang berbasis di Bergas, Klepu, Kabupaten Semarang itu sejak 1991 hingga saat ini menjadi pionir penyelenggara mudik gratis, dan kini Sido Muncul kembali menggelar mudik gratis dengan mengerahkan sebanyak 189 bus berkapasitas sebanyak 12.000 orang.

Bagi Irwan kegiatan mudik gratis ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian sosial yang sudah seharusnya diberikan perusahaan kepada lingkungannya dan sebagai kewajiban memenuhi ketentuan Corporate Social Responsiblity (CSR).

Kegiatan yang dilakukan Sido Muncul merupakan mudik bareng gratis terbesar yang dilakukan oleh pihak swasta, bahkan beberapa tahun terakhir diikuti oleh beberapa perusahaan lain seperti perusahaan rokok, mie instan, minuman, perbankan, BUMN, Pemerintah daerah dan lainnya.

Sido Muncul, Irwan menambahkan, yang memprakarsai mudik gratis bersama pada 1991 dengan hanya menyediakan armada 50 bus saat itu, dan idenya kini masih terus dilaksanakan hingga diikuti oleh sejumlah perusahaan swasta lain, BUMN, Perbankaan, Pemerintah Daerah dan lainnya.

Dengan melakukan kegiatan ini secara tidak langsung perusahaan mendapatkan keuntungan, karena mereka menjadi lebih perhatian terhadap produk-produk Sido Muncul. Bahkan semua armada bus yang diberangkatkan dilengkapi atribut produk produk Sido Muncul, hingga dapat terbaca oleh masyarakat di berbagai daerah yang dilintasi iring-iringan bus tersebut sepanjang perjalanan.

Pelepasan mudik bareng Sido Muncul itu akan dipandu oleh bintang iklan Sido Muncul Donny Kusuma dari sebelum pemberangkatan, penumpang dihibur lebih dulu dengan penampilan musik.

“Ide mudik gratis ini dari Pak Sofyan Hidayat yang sekarang menjabat sebagai Komisaris Utama Sido Muncul,” tuturnya.

Mudik gratis Sido Muncul yang pertama pada 1991 hingga ke- 3 pada 1993 diselenggarakan secara sederhana. Tidak ada acara hiburan apapun, tidak ada upacara serimonial, tidak ada pejabat pemerintah yang melepas keberangkatan para pemudik.

“Yang mewakili direksi melepas para pemudik selama tiga tahun adalah Kris Irawan, marketing manajer Sido Muncul pada waktu itu, dan ide mudik gratis ini karena Sido Muncul ingin memberi insentif pada para penjual jamu,” ujar Irwan. (RS)

32
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>