Sebarkan berita ini:

20- Gedung Graha 1SEMARANG[SemarangPedia] –  PT SidoMuncul melalui anak perusahaannya PT Muncul Mekar akan merealisasikan pendirian Indonesia Herbal Center (IHC) di berbagai kota besar, sebagai upaya mendorong aktivitas kalangan industri jamu, herbal dan farmasi, sekaligus untuk menghadapi persaingan pasar global di era berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini.

Indonesia Herbal Center didirikan untuk menfasilitasi berbagai kendala yang menghambat aktivitas kalangan industri jamu, herbal dan farmasi, selain juga mendorong meningkatkan daya saing produk jamu herbal dalam negeri di persaingan pasar dunia. Bahkan untuk melindungi produk jamu Indonesia tidak diakui kreasi dari negara lain, seperti batik, reog Ponorogo  dan sejumlah lagu yang telah diklaim oleh negara lain.

Dirut PT SidoMuncul Jonatha Sofjan Hidayat mengatakan dengan didirikan IHC itu, setidaknya semua hambatan yang dihadapi kalangan industri jamu herbal dapat diatasi dan berkurang, karena IHC akan menjadi tempat untuk fasilitator kegiatan diskusi, dialog, seminar, talkshow serta kegiatan sejenisnya yang membicarakan tentang jamu herbal.

Saat ini, lanjutnya, pendirian IHC telah direalisasikan pada tahap awal di Kota Jakarta yang menempati lantai dasar (Ground) di Gedung Graha Muncul Mekar di Jln Panjang Arteri Kelapa Dua No 27 Kebun Jeruk Jakarta, dan segera menyusul didirikan di Kota Semarang dan Surabaya.

20- Resto area 1“Indonesia Herbal Center di gedung Graha Muncul Mekar Jakarta, Juni mendatang sudah dioperasikan dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas, selain resto juga tempat untuk presentasi, café yang menyajikan minuman, termasuk minuman berbagai jenis jamu, berbagai menu makanan dan obat  herbal,” ujarnya, kepada SemarangPedia.com, di Semarang, Jumat.(20/5)

Tidak hanya itu, lanjutnya, IHC juga dilengkapi dengan museum yang menggambarkan jamu dan herbal itu seperti apa, sampel bahan baku jamu dan vedio tentang pabrik jamu SidoMuncul, cara pembuatan jamu yang benar, sejumlah penghargaan yang diperoleh SidoMuncul, sehingga pelaku usaha, mahasiswa dan masyarakat lain yang ada di Jakarta sekitarnya tidak perlu harus berkunjung ke pabrik jamu SidoMuncul, karena sudah bisa melihat aktivitas industri jamu dan memperoleh keterangan dan penjelasan dari pihak IHC.

Menurutnya, kegiatan dialog maupun diskusi akan digelar rutin di IHC dengan tema bergantian dan pembicara bisa diisi pakar, akademis, praktisi dan pelaku usaha lainnya, termasuk Usaha Kecil Mengah (UKM) pun bisa tampil serta memanfaatkan ruangan IHC itu untuk membicarakan tentang jamu herbal ke depan.

Kegiatan dialog, talkshow dan sejenisnya, dia menambahkan bisa digelar di IHC, dan diperuntukan bagi kalangan industri jamu herbal, bukan hanya SidoMuncul Group, tetapi industri jamu lainnya dipersilahkan, karena manfaatnya dari kegiatan itu bisa diperoleh untuk masyarakat luas, baik tentang pembuatan jamu yang benar, meramu yang baik, meningkatkan kualitas hasil produk jamu lainnya.

Setelah IHC Jakarta, segera didirikan IHC di Kota Semarang dengan menempati fasilitas bangunan gedung Tentrem yang kini mulai dibangun, untuk proyek apartemen, hotel dan mall di kawasan Jln Gajah Mada Semarang, disusul IHC didirikan di Kota Surabaya.

Dia menuturkan pengobatan herbal tidak lepas  pasti melayang ke obat tradisional, jamu gendong, warung yang menyediakan jamu kemasan untuk obat sakit kepala atau masuk angin. Tidak salah memang sebab herbal masuk kategori obat tradisional

20- Museum 1Di negara Asia lainnya terutama Cina, Korea dan India untuk penduduk pedesaan, obat herbal masuk dalam pilihan pertama untuk pengobatan, di negara maju pun saat ini kecenderungan beralih kepengobatan tradisional terutama herbal menunjukan gejala peningkatan yang sangat signifikan.

Pengobatan tradisional menurut Undang-undang No 36/2009 tentang Kesehatan melingkupi bahan atau ramuan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian [galenik] atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. Sesuai dengan pasal 100 ayat (1) dan (2), sumber obat tradisional yang sudah terbukti berkhasiat dan aman digunakan akan tetap dijaga kelestariannya dan dijamin Pemerintah untuk pengembangan serta pemeliharaan bahan bakunya.

Indonesia sendiri yang terletak di daerah tropis memiliki keunikan dan kekayaan hayati yang sangat luar biasa, tercatat saat ini terdapat sebanyak 30.000 jenis tanaman obat tumbuh di Indonesia, meskipun yang sudah tercatat sebagai produk Fitofarmaka [bisa diresepkan] baru ada lima produk dan produk obat herbal terstandar baru mencapai 28 produk. Melihat potensi yang masih belum digali sangat besar dalam pengembangan obat herbal terutama yang merupakan produk herbal asli Indonesia.

Dengan demikian, lanjut Sofjan, IHC diharapkan dapat membuka pola ke depan bagi kalangan industri jamu semakin peduli dengan khasiat serta mutu untuk mulai menerapka standar yang berlaku seperti GMP, SNI, CPOTB  sampai HACCP agar keyakinan masyarakat atas mutu produk yang dihasilkan bisa diperoleh.

Dukungan dari semua pihak, baik para pelaku industri jamu, akademis dan lainnya juga diharapkan dapat memberikan masukan tentang hasil olahan tanaman herbal dengan kualitas tinggi, keterlibatan dunia perguruan tingga dan swasta untuk melakukan uji coba khasiat obat herbal  dapat diungkapkan dalam kegiatan diskusi di IHC.

“Tidak hanya itu, kemudahan peraturan dan dukungan penuh pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan dan BPOM akan menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara terkemuka yang menghasilkan obat herbal bermutu tinggi dan menjadikan pengobatan tradisional terutama herbal bukanlah sekedar pengobatan alternatif belaka,” tuturnya.

306
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>