Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk ikut bertisipasi pada peluncuran Progam Pendidikan Vokasi Industri yang dipusatkan di PT Apac Inti Corpora, Ungaran Kabupaten Semarang, Jumat. (21/4)

Perusahaan jamu itu menyerahkan bantuan berupa laptop kepada lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan melaksanakan kerja sama Program Pendidikan Vokasi dengan Sido Muncul.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Oprasional SidoMuncul David Hidayat kepada SMK Kimia Industri Theresiana, SPMA N H. Moenadi, SMK N 1 Salatiga, SMK N 2 Salatiga, dan SMK N 1 Semarang.

Dalam acara yang bertemakan Meningkatkan Peran Industri Untuk Membina SMK Yang Kompeten ini, dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan Muhajir Effendi.

Acara diawali dengan penandatangan kerja sama dan penyerahan bantuan dari perusahaan industri ke SMK, selanjutnya Menteri Perindustrian dan Menteri Pendidikan membuka Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Bersama SMK se-Jawa Tengah dan DIY.

Penyelenggaraan program diharapkan dapat membangun Link And Match antara SMK dengan dunia usaha industri untuk melakukan praktek kerja industri dan magang pada perusahaan industri di Semarang ini dilaksanakan oleh 115 perusahaan industri dengan 375 SMK dari Propinsi Jawa Tengah dan DIY.

Direktur Opersional Sido Muncul David Hidayat berharap dengan adanya program kerja sama ini menjadikan manfaat kedua belah pihak yaitu industri mendapatkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan SMK bisa berpraktek langsung serta menyiapkan keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Sementra itu, Kementerian Perindustrian telah menggandeng sebanyak 117 perusahaan dan 389 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam upaya menjalankan program pendidikan vokasi industri di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Langkah prioritas ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan kopetensi sesuai kebutuhan dunia usaha saat ini.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatkan di era persaingan global sekarang ini, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci sukses untuk bisa bersaing dan memenangkan kompetisi.

Menurutnya, sektor industri membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, tidak saja dari keilmuan, tetapi lebih diutamakan penguasaan keterampilan dan attitude dalam bekerja.

“Kebutuhan tenaga ini diharapkan bisa dipasok dari pendidikan, khususnya pendidikan vokasi baik tingkat menengah maupun pendidikan tinggi,” ujarnya.

Pada tahap pertama, lanjutnya, peluncuran program pendidikan vokasi industri yang dilaksanakan 28 Februari 2017 di Mojokerto, melibatkan sebanyak 50 perusahaan dan 234 SMK di Jawa Timur. Hal ini ditindaklanjuti dengan penyelarasan kurikulum untuk 18 kompetensi keahlian bidang industri antara SMK dengan perusahaan.

Kementerian Perindustrian menargetkan, program pembinaan dan pengembangan SMK yang link and match dengan industri, memiliki sasaran sebanyak 1.775 SMK atau terdiri dari 845.000 siswa yang akan dikerjasamakan dengan 355 perusahaan hingga 2019.

“Untuk itu, selanjutnya akan diluncurkan secara bertahap program serupa, di provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, serta di Sumatera dan wilayah Indonesia lainnya,” tuturnya.

 

178
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>