Sebarkan berita ini:

30-Soifyan-SupariJAKARTA[SemarangPedia] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk dan anak perusahaanya PT Muncul Mekar menggendeng Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk mensukseskan program usaha cafe jamu yang akan dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

Pengembangkan usaha cafe jamu di berbagai daerah, sebagai upaya untuk membuka peluang usaha dan menciptakan pekerjaan bagi masyarakat, sekaligus membantu progam pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Kerja sama PT Sidomuncul dengan BRI telah direalisasikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Dirut PT Sidomuncul J Sofyan Hidayat dan BRI oleh Supari selaku Senior Eksekutif Vice President UMKM dan Konsumer BRI, di gedung Sentra Jamu Indonesia (SJI) Jalan Panjang Arteri Panjang Kelapa Dua No. 27 Kebon Jeruk Jakarta Barat, Selasa. (30/8)

BRI yang memiliki jaringan sangat luas hingga di pedesaan siap memberikan pinjaman kredit bagi masyarakat maupun pedagang jamu yang akan ikut mengembangkan cafe jamu hingga di pelosok pedesaan.

Selain penandatanganan nota kesepahaman itu, juga diselenggarakan sosialisasi cafe jamu kepada beberapa distributor Sidomuncul untuk wilayah Barat dan Jawa Tengah yang hadir dengan dipandu oleh artis kondang Donny Kesuma.

Sofyan mengatakan pengembangan usaha cafe jamu ini merupakan program untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

“Kalau cafe jamu ini tersebar di seluruh Indonesia, sudah dipastikan lapangan pekerjaan baru akan terbentuk dan diharapkan kesejahteraan masyarakat Indonesia semakin membaik, karena usaha cafe jamu ini memberikan keuntungan besar bagi pedagang, distributor maupun agen,” ujar Sofyan pada sosialisasi cafe jamu itu.

30-Cafe JamuMenurutnya, konsep cafe jamu ini digagas karena tiga tahun terakhir ini, khususnya di Jakarta, pedagang jamu semakin berkurang dengan alasan kurang diminati masyarakat, karena kesan jamu itu pahit masih melekat di benak masyarakat.

Kondisi itu, lanjutnya, yang mendorong Sidomuncul melakukan inovasi dengan membuat seduhan jamu berasa enak dan manis, sehingga diciptakan meminum jamu serasa meminum sirup di cafe dan siapa saja bisa ikut membuka usaha cafe jamu dengan modal yang tidak lebih dari Rp1 juta. Bahkan tetap dapat dikelola sendiri.

Menurutnya, program usaha cafe jamu ini bertujuan selain agar masyarakat mudah mendapatkan usaha dan pekerjaan, juga untuk mendorong minat wirausaha bagi semua lapisan masyarakat di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Bahkan hebatnya, lanjut Sofyan, cafe jamu ini dapat dimiliki oleh masyarakat meski tidak memiliki kios atau warung, tetapi siapapun bisa mendirikan cafe jamu melalui tempat seperti teras, rumah, ruangan, serta bisa dijual melalui asongan maupun pedagang menggunakan sepeda motor untuk berkeliling.

Sementara itu, Supari dari BRI menuturkan siap mengucurkan dana untuk permodalan mendirikan usaha cafe jamu di seluruh Indonesia hingga ke pelosok pedesaan. BRI kini telah membentuk tim di lapangan untuk membantu para calon pengusaha cafe jamu Sidomuncul itu.

“Ini program sangat bagus, sehingga BRI sebagai Bank Rakyat perlu masuk di dalamnya, terutama untuk mensukseskan program usaha cafe jamu, dan segera dikucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada tahap awal dengan nilai mencapai Rp25 juta,” tuturnya.

30-Suasana SJIMenurutnya, untuk memudahkan akses KUR itu, BRI akan bekerja sama dengan BRI Link yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat yang akan mendirikan usaha cafe jamu bisa langsung ke BRI LINK hanya dengan menunjukkan bukti usaha dari kelurahan.

“Kemungkinan besar calon-calon pengusaha cafe jamu ini bisa juga merupakan nasabah BRI, baik itu nasabah KUR maupun nasabah BRI pada produk lainnya, sehingga ke depan dalam menembus cafe jamu hingga ke pelosok pedesaan bisa sangat cepat dan mudah untuk dikembangkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi cafe jamu itu, juga tampil Sastrawan Arswendo Atmowiloto mewakili PT Sidomuncul dan Muncul Mekar.

Dia mengatakan kenapa cafe jamu ini diluncurkan Sidomuncul, karena perusahaan jamu terkemuka itu ingin mengajak masyarakat untuk memperlakukan jamu sebagai warisan budaya.

“Jamu ini kan warisan budaya, maka sebagai warga Indonesia harus melestarikan budaya itu, mari bersama perlakukan jamu seperti warisan budaya lainnya seperti memperlakukan candi, memperlakukan keris, batik dan lain-lain. Sehingga Sidomuncul perlu membuat inovasi agar warga Indonesia tetap mencintai jamu dengan berbagai inovasinya,” tuturnya.

353
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>