Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali melakukan inovasi terbaru dengan membangun pabrik untuk memproduksi sumber energi dari bahan baku eceng gondok senilai Rp4 miliar.

Direktur PT SidoMuncul Irwan Hidayat mengatakan setelah melalui berbagai penelitian terhadap tanaman eceng gondok dan telah lolos uji oleh PT Scofindo, limbah eceng gondok  kini mulai diproduksi besar-besaran.

Menurutnya, limbah eceng gondok basah yang diproses melalui mesin untuk perajangan dan pengeringan hingga menjadi produk padat (briket/biomas) serta hasilnya yang terbentuk pellet dapat digunakan sebagai energi baru menggantikan bahan bakar minyak atau gas.

Pabrik pellet itu, lanjutnya, dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter persegi dilingkungan pabrik SidoMuncul dengan kapasitas 1,5 ton ber jam serta menggunakan mesin buatan dari China.

Limbah eceng gondok, dia menambahkan mudah didapat di kawasan Rawa Pening yang lokasinya tidak jauh dari pabrik SidoMuncul dan sekaligus untuk memprakarsai pembangunan pariwisata Rawa Pening yang ada di Kabupaten Semarang dengan memberdayakan enceng gondok yang menutup permukaan Rawa Pening seluas 2.670 hektare itu.

“Produk pellet ini bisa digunakan untuk pengganti minyak maupun gas dengan perbandingan kalori efektif 90%, sedangkan kalori briket batubara efektif hanya 40%. Namun, hasil pellet ini masih untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pabrik, belum ada niatan untuk dikomersialkan,” ujarnya selepas melakukan pemaparan “Membangun Pariwisata dengan Menyelamatkan Sumber Air Rawa Pening” di kawasan Agro Wisata pabrik Sido Muncul, Bergas, Klepu, Kabupaten Semarang, Senin. (19/12)

Irwan menuturkan rekayasa pabrik pembuatan bahan energi itu, juga sebagai upaya untuk ikut mengatasai persoalan populasi enceng gondok yang selama ini tidak terkendali di permukaan danau Rawa Pening.

Tidak hanya itu, kata Irwan, juga untuk membantu mengurangi dan membersihkan tumbuhan enceng gondok sesuai target yang diinginkan, hingga kondisi Rawa Pening bersih dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi sektor pertanian, perikanan, pariwisata serta dampak positif lainnya seperti ketersediaan air, lapangan kerja dan lingkungan yang baik.

“Saya mengharapkan pencanangan program ini SidoMuncul dengan mengembangkan pabrik pellet dapat disambut oleh pemerintah dengan memberdayakan sektor-sektor pendukung lain, agar PAD pemerintah meningkat,” tuturnya.

SidoMuncul, menurutnya, sebelumnya telah memproduksi wood pellet sejak Januari 2015 dengan bahan baku dasar ampas limbah padat jamu dan hasil produksinya digunakan untuk kebutuhan bahan bakar boiler untuk proses produksi jamu perusahaan.

Irwan mengatakan penggunaan  bahan bakar untuk proses produksi jamu pabrik SidoMuncul saat ini 50% memanfaatkan wood pellet dan 50% lainnya dengan menggunakan gas.

Kegiatan pencanangan ‘Membangun Pariwisata dengan Menyelamatkan Sumber Air Rawa Pening’ itu  dihadiri oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Staf Ahli menteri Lingkungan Hidup bidang energi Arif Yuwono, Staff Khusus menteri Priwisata Don Kardono, Anggota DPR RI Komisi I Tantowi Yahya, Kepala Dinas Pariwisata Jateng Prasetyo Ariwibowo, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Semarang H Mundjirin, Dewan Penilai Proper.

Sementara itu,  Bupati Semarang Mundjirin mengatakan  Danau Rawa Pening tahun-tahun sebelumnya memiliki kedalamannya bisa mencapai 15 meter, namun sekarang ini terjadi pendangkalan hingga mencapai 10 meter yang diperparah dengan pertumbuhan eceng gondok semakin banyak dan tidak terkendali.

“Beberapa tahun lalu eceng gondok pernah dicoba  untuk diproduksi menjadi bahan  pupuk jamu di kawasan Dieng. Namun, tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Setidaknya ada empat kecamatan yang melingkupi kawasan Danau Rawa Pening,” ujarnya.

Dengan partisipasi SidoMuncul, lanjutnya, dapat membantu membersihkan eceng gondok dari permukaan danau Rawa Pening, dan dipastikan ke depan danau Rawa Pening setelah bersih bakal mampu mendongkrak potensi pariwisata di daerah itu.

 

383
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>