Sebarkan berita ini:

16-Irwan-Sofyan1JAKARTA[SemarangPedia] – PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk semakin memperkuat perusahaan dengan berupaya melakukan inovasi berbagai produk, setelah sukses meluncurkan berbagai varian baru.

Kali ini dua varian baru Kukubima Energi Herbal dan Tolaklinu Mint kembali resmi diluncurkan, setelah sebelumnya Kukubima Energi dan Tolaklinu Herbal lebih dulu diperkenalkan pasar.

Kukubima Energi Herbal dan Tolaklinu Mint diluncurkan resmi oleh Direktur Utama  PT SidoMuncul J Sofyan Hidayat dan Direktur Marketing Irwan Hidayat di stand pameran SidoMuncul di Jakarta Fair pada 14 juni 2016.

Perusahaan yang berbasis di Bergas, Klepu, Kabupaten Semarang itu, tidak akan berhenti melakukan inovasi produk, sebagai langkah upaya untuk memperkuat dan mewujudkan SidoMuncul menjadi perusahaan jamu dan herbal terkemuka ke depan.

Dirut PT SidoMuncul J Sofyan Hidayat mengatakan sebagai perusahaan yang berpengalaman selama 65 tahun dalam bidang herbal, dua tahun terakhir ini telah berhasil melakukan pengembangan untuk membuat produk energi dari bahan herbal murni.

“Produk Kukubima Energi Hebal diluncurkan, untuk memenuhi trend masyarakat yang kini lebih menyukai minuman herbal dan produk ini merupakan yang pertama, bahkan satu- satunya minuman energi menggunakan bahan herbal, ” ujarnya kepada SemarangPedia.com, Rabu. (15/6)

Kukubima Energi Herbal merupakan pengembangan dari Kukubima Energi sebelumnya yang sudah di pasarkan  sejak 23 April 2004, sedangkan Tolaklinu Mint varian baru dari pengembangan Tolaklinu herbal yang sudah diperkenalkan pasar sejak 12 juli 2015.

16-Bagikan Tolaklinu1Menurutnya, Kukubima Energi Herbal menggunakan bahan Green Coffee ( untuk menyegarkan badan), ginseng , royal Jelly ( sebagai tonikum & stamina ) dan untuk pemanisnya menggunakan gula murni serta daun stevia.

Produk energi terbaru itu, lanjutnya, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan minuman energi yang menggunakan bahan-bahan herbal.

Selain itu,  varian terbaru Tolaklinu Mint  yang memiliki mint mampu menghilangkan rasa jamunya juga dipastikan bakal bisa memenuhi selera generasi muda yang kini lebih menyukai jamu dengan rasa yang enak.

Direktur Marketing SidoMuncul Irwan Hidayat mengatakan produk baru Tolaklinu Mint juga sebagai bentuk respon SidoMuncul terhadap keinginan masyarakat, bahkan obat herbal dalam bentuk cair yang bermanfaat untuk mengatasi pegal linu dan nyeri sendi sudah tentu bakal digemari generasi muda.

SidoMuncul sebagai pionir perusahaan jamu tidak akan berhenti melakukan inovasi untuk menghasilkan berbagi macam produk kesehatan yang dibuat dari bahan-bahan herbal yang alami, higienis dan modern.

“Tolaklinu Herbal, Tolak Angin Care dan Tolaklinu Mint produk baru ini merupakan generasi ke-3 SidoMuncul. Perusahaan yang dikelola generasi ke-3 ini mampu menformulasikan dari bahan alami,” tuturnya.

Menurut Irwan, Tolaklinu diformulasikan dari bahan alami, seperti Languatis Rhizoma (Laos), Zingiberis aromaticae (Lempuyang), Retrofracti fructus (Cabe), Curcuma Rizoma (Temulawak), Cyperi Rhizoma (Teki), Phyllanthi herba (Meniran), Blumeae Folium (Daun Sembung), Zingiberis Rhizoma (jahe), Kaemferiae Rhizoma (kencur), Alyxiae Cortex (pulasari), Adas dan Madu.

Bahan-bahan alami ini, lanjutnya, bermanfaat untuk menghangatkan tubuh sehingga meredakan nyeri sendi dan pegel linu. Bahkan Tolaklinu sangat praktis di bawa saat perjalanan dan sebaiknya dikonsumsi di malam hari menjelang beristirahat, setelah beraktivitas padat seharian.

Sidomuncul merupakan perusahaan jamu yang didirikan pada 1951 oleh Ny. Rahmat Sulistiyo   dan kini menjadi perusahaan Tbk sejak resmi melantai di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 18 Desember 2013.

Perusahaan yang bergerak dibidang obat herbal saat ini dikelola oleh generasi ketiga terdiri Irwan Hidayat, J Sofyan Hidayat, Sigit Hartoyo, Johan Hidayat dan David Hidayat, selain juga melibatkan beberapa profesional serta seorang komisaris independent .

Hingga saat ini perusahaan jamu terbesar itu telah berhasil memproduksi sebanyak 170 jenis jamu dan farmasi.

216
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>