Sebarkan berita ini:

TentremSEMARANG [SemarangPedia] – PT SidoMuncul siap melanjutkan pembangunan fisik proyek hotel, apartemen dan mal dengan nama Tentrem senilai Rp1,4 triliun di kawasan JL Gajahmada Semarang, setelah sebelumnya sempat terganjal perizinan akibat permasalahan jalan yang membelah areal lokasi proyek itu.

Polemik rencana pembangunan Hotel Tentrem itu, sempat berlangsung hampir dua tahun, karena belum turunnya perizinan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, menyusul munculnya keberatan warga sekitar proyek.

Namun, kini persoalan itu mulai dapat diselesaikan setelah pengelola hotel, mal, dan apartemen Tentrem dengan Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang menggelar public hearingdi Gedung Moch Ichsan Lantai 8 Balai Kota Semarang beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah arsitek dan warga Pekunden sekitar lokasi pembangunan Hotel Tentrem itu, sebagai upaya untuk menemukan kesepakatan sehingga perizinan dapat diproses yang diharapkan selesa secepatnya

Direktur Utama Hotel Tentrem, David Hidayat mengatakan dengan adanya public hearing pihaknya mengharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dengan warga Pekunden, mengingat jalan Pekunden membelah di tengah areal lokasi proyek.

Menurutnya,pembangunan hotel Tentrem setinggi 18 lantai akan dilakukan secara terbaik, dan jalan Pekunden yang membelah areal lokasi akan dilebar menjadi 10 meter dari saat ini hanya 6 meter.

SidoMuncul membeli lahan untuk lokasi proyek hotel disebelah kiri dan kanan jalan Pekunden, sehingga jalan tersebut nanti akan berada di posisi tengah antara dua tower hotel itu.

”Kami Optimis pembangunan Hotel Tentrem zero accident, aman, bersih, lingkungan terjaga, dan kami gunakan pemborong yang telah memiliki ISO. Bahkan perusahaan memiliki tim ahli pengeboran sehingga eboran bangunan sekitar tidak bakal rontok. Kami kerjakan sesuai langkah-langkah yang tepat sehingga tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Dua tower bangunan, lanjut David, akan mengunakan konsep hotel Tentrem mirip yang dibangun di Yogyakarta. Dua bangunan berlantai 18, untuk hotel memiliki kapasitas kamar 200 unit, apartemen 80 unit dan mal dengan konsep lifestyle yang dilengkapi restauran dan bioskop.

Dia menuturkan untuk pembangunan hotel itu akan menelan invests Rp1,4 trilin terdiri pembelian lahan Rp 450 miliar, sedangkan pembangunan gedung Rp 1 triliun.

379
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>