Sebarkan berita ini:

13-sofyan-jamu-cafeSEMARANG[SemarangPedia] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk dengan anak perusahaanya PT Muncul Mekar mulai melakukan sosialisasi pengembangan usaha cafe jamu di berbagai kota, setelah Jakarta dan sekitarnya kini giliran Kota Semarang.

Dirut PT Sidomuncul  J Sofyan Hidayat mengatakan perusahaan akan semakin gencar melakukan sosialisasi usaha cafe jamu di berbagai kota, setelah sebelumnya Kota Jakarta dan sekitarnya, kini disusul Kota Semarang yang diproyeksikan bisa mencapai puluhan ribu  pedagang cafe jamu segera beroperasi.

Pengembangan usaha cafe jamu Sidomuncul, lanjutnya, sebagai upaya untuk membuka peluang usaha dan menciptakan pekerjaan bagi masyarakat, sekaligus membantu progam pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Menurutnya, program kesempatan usaha dan menciptakan pekerjaan untuk memasyarakatkan segala jenis jamu dan meningkatan kesejahteraan masyarakat penjualan jamu bisa dilakukan melalui membuka cafe jamu.

“Selain itu, program usaha cafe jamu ini bertujuan agar masyarakat mudah mendapatkan usaha dan pekerjaan, sekaligus untuk mendorong minat wirausaha bagi semua lapisan masyarakat di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” ujar di Restaurant Koeno Koeni, di Semarang, Selasa. (13/9)

Saat ini, lanjutnya, Usaha Mikro Kecil Mengah (UMKM) masih menjadi penopang perekonomian masyarakat, bahkan jumlahnya mencapai jutaan dan sangat berpotensi untuk dapat lebih dikembangkan.

Sofyan menuturkan dengan mengintensifkan kewirausahaan sektor mikro diharapkan sulitnya mencari pekerjaan dapat sedikit teratasi, karena kewirausahaan sebagai alternatif mata pencaharian bagi masyarakat, sehingga usaha cafe jamu bakal mampu mewujudkan usaha baru yang menjanjikan.

Usaha cafe jamu, dia menambahkan yang masih berada di sektor informal ini juga mampu menjadi aset, bukan menjadi beban pemerintah, bahkan diharapkan mampu membantu menekan tingkat kemiskinan di seluruh tanah air.

“Jika cafe jamu dapat cepat berkembang di seluruh Indonesia, sudah dapat dipastikan akan memberikan peluang pekerjaan bagi jutaan orang hingga diharapkan tingkat kesejahteraan mereka akan semakin meningkat,” tuturnya.

Cafe jamu merupakan tempat penjualan jamu ala kini dan jamu berasa cafe tidak ada rasa pahitnya jamu, tetapi berbagai rasa enak dan sangat mudah menyajikannya, bahkan dipastikan bakal bisa memenuhi selera generasi muda yang kini lebih menyukai jamu dengan rasa yang enak

Sofyan mengatakan cafe jamu dapat dimiliki oleh masyarakat yang berminat, tidak hanya mereka yang memiliki kios, warung, tetapi siapapun bisa mendirikan cafe jamu melalui tempat apapun seperti teras, rumah, ruangan, bahkan juga bisa dijual melalui asongan.

Sidomuncul juga telah menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mendukung progam membuka peluang usaha dan menciptakan pekerjaan melalui pengembangan usaha cafe jamu itu. BRI yang memiliki jaringan sangat luas hingga di pedesaan siap memberikan pinjaman kredit maksimal Rp25 juta bagi masyarakat maupun pedagang jamu yang akan ikut mengembangkan cafe jamu hingga di pelosok pedesaan.

“Usaha cafe jamu itu, dijamin sangat menjanjikan dan dipastikan memberikan keuntungan tidak sedikit, hanya membutuhkan modal Rp 1 juta masyarakat sudah bisa membuka cafe jamu,” tutur Sofyan.

Selain itu, lanjut Sofyan, perusahaan juga menjamin kelancaran pasok berbagai jamu hasil produk Sidomuncul ke semua agen atau warung rakyat dan tidak melarang bagi pemilik cafe jamu menjual berbagai jenis barang lainnya, termasuk barang kelontong.

Dia mengatakan kemitraan dalam cafe jamu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jamu kepada semua lapisan masyarakat, hingga ke pelosok-pelosok pedesaan yang kini mulai banyak dirambah minuman impor dan sekaligus sebagai upaya meningkatkan pendapatan bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Konsep cafe jamu ini untuk lebih cepat menyajikan minuman dalam gelas yang juga bisa dibawa kemana-mana oleh konsumen, sekaligus untuk memenuhi selera generasi muda yang kini lebih menyukai jamu dengan rasa yang enak,” ujarnya.

Sementara itu, Supari dari BRI sebelumnya menuturkan BRI siap mengucurkan dana untuk permodalan mendirikan usaha cafe jamu di seluruh Indonesia hingga ke pelosok pedesaan. BRI kini telah membentuk tim di lapangan untuk membantu para calon pengusaha cafe jamu Sidomuncul itu.

“Ini program sangat bagus, sehingga BRI sebagai Bank Rakyat perlu masuk di dalamnya, terutama untuk mensukseskan program usaha cafe jamu, dan segera dikucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada tahap awal dengan nilai mencapai Rp25 juta,” tuturnya.

Menurutnya, untuk memudahkan akses KUR itu, BRI akan bekerja sama dengan BRI Link yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat yang akan mendirikan usaha cafe jamu bisa langsung ke BRI LINK hanya dengan menunjukkan bukti usaha dari kelurahan.

“Kemungkinan besar calon-calon pengusaha cafe jamu ini bisa juga merupakan nasabah BRI, baik itu nasabah KUR maupun nasabah BRI pada produk lainnya, sehingga ke depan dalam menembus cafe jamu hingga ke pelosok pedesaan bisa sangat cepat dan mudah untuk dikembangkan,” ujarnya.

754
Sebarkan berita ini:

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>