Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – SiHati Gen III atau Sistem Informasi Harga dan Komoditi  Generasi III merupakan integrasi antara tiga aplikasi berbasis android.

Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengatakan SiHati Gen III merupakan integrasi antara tiga aplikasi. Sihati data produksi dengan aplikasi berbasis android yang memungkinkan petani atau peternak di daerah sentra untuk mencatatkan informasi terkait produksi meliputi jumlah dan prakiraan panen, harga jual, serta kendala yang dihadapi.

“Bagi pemerintah, SiHati III ini bisa memantau perkembangan data produksi atau pasokan riil dan prakiraan pasokan yang dimiliki oleh petani serta mendukung pengambilan keputusan terkait ketahanan pangan,” ujarnya saat peluncuran SiHaTi Generasi III di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Jateng, Jumat. (28/4)

Hamid yang sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng menambahkan sebagai tahap awal, pilot projectSiHati Data Produksi mencakup 56 gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang tersebar di 15 kabupaten/ kota sentra komoditas cabai, bawang merah, bawang putih, dan daging sapi.

“Sedangkan sebelumnya, SiHati Gen II atau SiHati Mobile Aplication yang dapat diunduh di playstore android secara gratis, untuk memantau perkembangan harga di pasar-pasar induk yang ada di 35 kabupaten/ kota se-Jateng,” tuturnya.

Menurutnya, manfaat bagi produsen baik petani atau peternak sebagai acuan dalam menentukan rencana tanam, termasuk pola tanam akan meminimalisasi harga jatuh saat panen raya dan menekan lonjakan harga ketika terjadi kelangkaan komoditi.

“Sedangkan bagi konsumen, aplikasi ini mampu mengelola ekspektasi positif di masyarakat karena adanya transparansi harga dan pasokan,” tuturnya.

Hadir dalam acara Peluncuran SiHaTi Gen III adalah Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng  Sri Puryono, Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng, Hamid Ponco Wibowo, ketua TPID kabupaten/kota sentra yang menjadi pilot project inputaplikasi SiHati Data Produksi, serta petani dan peternak peng-input. (RS)

84
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>