Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SeamarangPedia] – Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali menyelenggarakan ajang pencarian sinden muda berbakat melalui Sinden Idol untuk keempat kalinya.

Ajang dua tahunan itu dibuka untuk kategori pelajar SMP-SMA/sederajat dan mahasiswa/umum.

Ketua Panitia Sinden Idol ke-4 yang juga Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unnes Prof Agus Nuryatin mengatakan penyelenggaraan Sinden Idol kali ini tidak hanya terbuka untuk warga negara Indonesia, namun juga asing, yang diharapkan ketertarikan untuk menekuni dunia persindenan terus meningkat di kalangan generasi muda.

“Sinden Idol tidak hanya mencari dan memberi penghargaan kepada mereka yang menekuni seni tradisi ini, namun juga membekali untuk menjadi sinden yang berperilaku sejalan dengan adab dan budaya Jawa. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh bagi sinden lainnya,” ujarnya, di Unnes kampus Sekaran, Gunungpati, Senin (19/2).

Unnes kali pertama menggelar Sinden Idol pada 2012 dengan juara Lina Rohmiyati dari Wonogiri. Penyelenggaraan kedua pada 2014 dijuarai oleh Dhesy Purnawati (asal Blora, kategori dewasa) dan Suci Ofita Dewi (mahasiswa ISI Surakarta, kategori remaja). Sedangkan penyelenggaraan ketiga pada 2016 dijuarai oleh Mambaul Khasanah dari Trenggalek.

Menurutnya, pendaftaran dilakukan secara online melalui laman unnes.ac.id. Untuk memudahkan calon peserta, panitia juga menyediakan fasilitas dengan mengikuti audisi tahap 1 melalui unggah video melalui laman yang sama.

Namun, lanjutnya, panitia juga memberi kesempatan bagi peserta yang ingin audisi secara langsung. Dari dua kategori, panitia akan menjaring kembali dalam audisi tahap 2 sebelum dilakukan final pada 21 April mendatang.

Wakil Ketua Panitia, Bintang Hanggoro Putro menuturkan audisi tahap 2 akan mencari 10 peserta terbaik untuk masing-masing kategori yang akan tampil dalam babak final. Sebanyak 10 peserta itu sebelumnya akan menjalani karantina.

“Dalam karantina, mereka akan diberi bekal oleh sejumlah pemateri dari kalangan praktisi dan akademisi terkait dunia sinden, selain mendalami ilmu sinden itu sendiri,” tuturnya.

Selain itu, dia menambahkan dalam ajang final, panitia juga bakal memberikan penghargaan bagi sinden sepuh yang dinilai berdedikasi dalam dunia seni. Mereka akan dipilih berdasarkan rekam jejak kesenimanan dan kontribusinya. Unnes di antaranya telah memberi penghargaan kepada Nyi Ngatirah, pesinden legendaris Ki Nartosabdho; dan almarhum Nyi Tjondrolukito, pesinden legendaris asal Yogyakarta.

Juri Sinden Idol yang juga dosen Seni Musik Unnes, Widodo mengatakan aspek penilaian salah satunya adalah kaidah estetik garap vokal sindenan yang berlaku dalam karawitan Jawa meliputi cengkok, kejelasan pengucapan cakepan (syair).

“Syarat seorang disebut sinden jika bisa nembang gending klasik tradisional. Sebagian besar sinden sekarang berorientasi populer dengan kompetensi seadanya dan perilaku yang kurang mencerminkan adab budaya Jawa. Ini yang mesti terus-menerus diluruskan,” ujarnya.(RS)

20
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>