Sebarkan berita ini:

tnipolriSEMARANG [SemarangPedia] – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi siap memback up tugas aparat kepolisian untuk mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi yaitu pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sejumlah daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DIY. Hal tersebut disampaikan pada acara Rapat Koordinasi antara TNI-Polri Se Jateng dan DIY di Balai Diponegoro kompleks Makodam IV/Diponegoro, Jumat (28/10).

Kegiatan rapat koordinasi ini bertujuan agar Pilkada dapat berjalan sesuai harapan, damai dan lancar. Pasalnya untuk mencapai hal itu, semua unsur dari yang terkecil mulai dari Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kabinkamtibmas) dan para kapolsek se-Jawa Tengah, agar ikut membantu pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada di tujuh daerah di Jawa Tengah dan dua daerah di Yogyakarta.

“Ini merupakan petunjuk dari Presiden, untuk skema itu kami sudah mendapatkan mana yang harus dilaksanakan dan mana yang tidak. Agar apa yang menjadi cita-cita bersama dapat terwujud yaitu Pilkada 2017 berjalan aman dan lancar,” tegas Pangdam.

Kendati demikian, Jawandi menambahkan, TNI siap membantu Polri dalam mengamankan pelaksanan Pilkada dan TNI harus wajib netral jangan sampai mendukung salah satu pasangan calon.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, ada tujuh daerah di wilayah Jateng dan dua daerah di Yogyakarta yang akan menggelar Pilkada. Antara lain di Pati, Salatiga, Brebes, Batang, Cilacap, Banjarnegara, dan Jepara. Serta 2 di Yogyakarta, kota Jogja dan Kulonprogo.

Bahwa pihaknya akan memberikan pengamanan mulai dari TPS, secara umum tingkat kerawanan di setiap TPS adalah rawan satu dan rawan dua. Secara umum tingkat kerawanannya semuanya adalah sedang.

“Hal ini merupakan salah satu sinergi yang kita bangun, dan untuk membantu tugas kami meminta satu batalyon pasukan TNI dalam pengamanan. Saya sudah perintahkan semua Kapolres untuk berkoordinasi dengan timses untuk tidak menyebarkan isu SARA, kampanye hitam dan sebagainya sehingga yang akan menganggu jalannya kampanye,” ujarnya.

Kegiatan ini juga untuk memantapkan soliditas antara TNI-Polri, sama-sama mengabdi kepada masyarakat untuk menunjang pembangunan di Jawa Tengah, termasuk pelaksanaan Pilkada. Kapolda juga berharap, dalam sinergi yang dibangun TNI-Polri untuk tidak mementingkan egosektoral masing-masing dan malah menimbulkan persaingan antara TNI dan Polri.

Dalam pengamanan Pilkada yang dilaksanakan 2017 mendatang, disampaikan Kapolda bahwa melarang anggotanya untuk ikut mencopot atribut kampanye para kontestan. Kapolda menugaskan anggotanya hanya ikut mengamankan dan mendampingi Satpol PP yang memang ditugaskan untuk menertibkan atribut kampanye yang melanggar aturan.

“Syukur-syukur jika TNI dan Polri bisa meyakinkan para kontestan Pilkada untuk menaati tata tertib tentang pemasangan satribut yang tidak sesuai aturan dan mencopot atribut mereka sendiri. Adapun kekuatan Polda Jateng yang akan diterjunkan sebanyak 2/3 kekuatan yang ada sekitar 33 ribu personel. Seperti unsur Brimob dan kesatuan lainnya,” tandasnya.

181
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>