Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia]  – Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko tidak memaksakan sekolah yang memang belum siap untuk menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Kalau sekolah menengah kejuruan (SMK) sudah 100% UNBK, tetapi sekolah menengah atas (SMA) tinggal 1% lebih sedikit yang belum UNBK,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan hari pertama UNBK di beberapa sekolah, yakni SMA Negeri 9, SMA Negeri 4 Semarang, dan SMA Islam Hidayatullah Semarang.

Heru berpesan kepada sekolah yang belum bisa menyelenggarakan UNBK tahun ini tidak perlu berkecil hati, tetapi secara prinsip mereka harus tetap melaksanakan ujian nasional.

“Untuk UNBK 100% bagi SMA tahun depan, kami tidak targetkan, tetapi usahakan bisa 100%. Bagi yang belum bisa, prinsipnya mereka, ya, harus tetap ujian,” tuturnya.

Pada prinsipnya, dia menambahkan kelengkapan sarana prasarana di sekolah, khususnya perangkat komputer dan jaringan akan dilengkapi secara bertahap bagi sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK.

“Bagi yang belum memiliki komputer, sementara ini bisa bergantian dengan sekolah lain supaya UNBK bisa dilaksanakan, hingga dihatrapkan semua SMA dapat melaksanakan UNBK serta berjalan lancar’” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo menyebutkan ada 19 sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

“Dari 35 Kabupaten/Kota di Jateng, masih terdapat 19 sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK di empat kabupaten meliputi Kabupaten Semarang, Demak, Purworejo, dan Kabupaten Tegal,” tutur Gatot.

Menurutnya, di Kabupaten Semarang terdapat 161 siswa di enam sekolah, Kabupaten Demak ada 529 siswa di tujuh sekolah, Kabupaten Tegal ada satu siswa di satu sekolah dan Kabupaten Purworejo 347 siswa di lima sekolah.

Semula terdapat 25 sekolah yang belum bisa UNBK, tetapi Disdikbud terus berupaya mendorong agar mereka tetap bisa UNBK, sehingga jumlahnya berkurang menjadi 19 sekolah.

Jumlah siswa, lanjutnya, yang melaksanakan UNKP di 19 sekolah itu, mencapai sebanyak 1.038 siswa, karena memang belum siap, baik secara sarana maupun kendala jarak dengan sekolah lainnya.

Sekolah tidak diwajibkan memiliki perangkat komputer sendiri, melainkan bisa meminjam ke sekolah lain yang terdekat agar memudahkan pelaksanaan UNBK.

“Kendala pertama, sekolah memang belum miliki komputer dan jauhnya jarak dari sekolah lain yang bisa ditempati untuk UNBK. Jadi, kami tidak izinkan mereka melaksanakan UNBK,” ujarnya. (RS)

44
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>