Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kesuksesan serta kehebohan Gelaran Semarang Night Carnival (SNC) 2017 yang berlangsung di Titik Nol Kilometer Kota Semarang, di Gedung Kantor Pos Johar, Sabtu Malam (6/5) menjadi pelecut perkembangan wisata Semarang menuju kancah Internasional.

Optimisme itu disampaikan Walikota Semarang Hendrar Prihadi dalam membuka parade Kearifan Lokal yang bertajuk “Paras Semarang” di hadapan tamu udangan dan ribuan masyarakat dari dalam maupun luar daerah Jawa Tengah.

Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan setiap tahun pihaknya senantiasa secara konsisten meningkatkan kualitas gelaran acara SNC dan gelaran acara lainnya dengan kemasan menarik, sehingga mampu mengundang ribuan masyarakat khusunya mancanegara.

“Dengan kekutsertaan negara sahabat mulai Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam dan Sri Langka, menunjukan kami berupaya terus mengembangkan wisata Kota Semarang yang diharapkan tidak hanya menjadi skala nasional, namun bisa naik ke kancah Internasional,” ujarnya.

Dukungan dan harapan yang sama juga tercurah oleh Asisten Deputi Pengembangan Segman Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Tazbir.

Tazbir mengatakan keseriusan Kota Semarang dalam mengemas wisata dengan ide kreatif bisa menjadi modal utama untuk memajukan pariwisata.

“Saat ini kesadaran atas pariwisata semakin pesat dimana ditandai dengan beberapa daerah yang sebelumnya mengandalkan hasil bumi seperti tambang maupun minyak, mulai mengembangkan kearifan lokalnya, terutama Kota Semarang ini,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjutnya, dengan pengembangan pariwisata secara baik kedepan Kota Semarang semakin populer baik dikancah nasional maupun Internasional.

“Agenda ini sekaligus menunjukan Pesona Indonesia, Pesona Nusantara, jadi melalui Kota Semarang ini mari majukan pariwisata nasional,” ujarnya.

Karifan lokal yang diperagakan oleh sekitar 400 peserta di antaranya Burung Blekok, Kuliner Semarang, Lampion dan Bunga Sepatu dipertunjukan bersama penampilan atraktif dari defile marching band Akmil.

Parade budaya dari negara sahabat yang disuguhkan semakin membuat ribuan masyarakat antusias melihat dan mengabadikan momen dengan swafoto.

Selama kurang lebih tiga jam, arak – arakan itu berlangsung dan puncaknya ditutup dengan meriahnya pesta kembang api. (RS)

148
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>