Sebarkan berita ini:

14-kecelakaanUNGARAN[SemarangPedia] –  Sopir angkutan prona H 1431 BB jurusan Semarang – Salatiga terancam hukuman penjara enam tahun penjara, akibat kecelakaan maut yang terjadi di jalan Sudirman Ungaran beberapa waktu lalu.

Sopir, Nanang Maulana  warga RT 3 RW 5 Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dinilai lalai mengakibatkan kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan orang lain meninggal dunia.

“Sopir statusnya tersangka. Kami sangka melanggar pasal 310 ayat 4 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Semarang Iptu Aji Setyawan, Jumat. (14/10)

Menurutnya, pasal 310 ayat 4 UU 22/2009 menyatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp12.000.000.

“Tersangka saat ini sudah kami tahan di Markas Satlantas Polres Semarang  Kabupaten Semarang,” tuturnya.

Dia menuturkan Nanang ditahan sementara di Markas Satlantas Polres Semarang guna mempermudah proses pemberkasan. Jika ditahap pertama pemberkasan dinyatakan lengkap dan rampung maka sambil menunggu pelimpahan tahan dua, Nanang akan dititipkan di Rutan Polres Semarang atau LP Ambarawa.

“Kami mengharapkan proses hukum ini bisa menjadi pembelajaran pengemudi angkutan lain maupun pengemudi kendaraan bermotor lainnya taat akan aturan keselamatan berlalulintas,” ujarnya.

Seperti diketahui, Nanang mengemudikan angkutannya secara ugal-ugalan di Jalan Jenderal Sudirman No 23, Ungaran, tepatnya di depan pabrik Nissin Biskuit, Kamis (13/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Nanang kebut-kebutan dan terlibat aksi salip dengan pengemudi angkutan lain dari arah Semarang menuju Bawen. Sesaat usai menyalip angkutan lain kendaraannya oleng ke kanan hingga menabrak dua kendaraan dan kios yang berada di jalur berlawanan.

Kejadian tersebut mengakibatkan pengendara Honda Revo H 2826 WI, Iwan Nova Primastanto, 44 warga Desa Panjang Kidul RT 3 RW 10 Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang meninggal di lokasi kejadian.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang Prayitno Sudaryanto menyatakan pembinaan kepada pengemudi angkutan umum di wilayahnya sudah kerap dilakukan.

“Sudah intens kami lakukan khususnya ke pengemudi angkutan orang,” ujar dia. Pembinaan tertib berlalulintas dan mengutamakan keselamatan berlalulintas melibatkan paguyuban angkutan, Organda dan instansi terkait, khususnya kepolisian,” tuturnya.

661
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>