Sebarkan berita ini:

19-Tekstil 1SOLO[SemarangPedia] – PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) membatalkan pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik (PLTU) berkapasitas daya listrik 70 Mega Watt (MW) yang rencanannya akan direalisasikan tahun ini, menyusul kesanggupan PLN akan memasok berapapun kebutuhan listrik perusahaan tekstil itu.

Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan PLN sudah menyanggupi akan  memenuhi kebutuhan listrik SRIL, sehingga rencana pembanguan PLTU itu dibatalkan.

“Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang rencana akan dibangun itu,  untuk memenuhi kebutuhan listrik pengoperasian pabrik tekstil, namaun dengan kesanggupan PLN akhirnya dibatalkan,” ujarnya selepas  public expose dan RUPS di Solo, Rabu (18/5).

Perusahaan tekstil yang berbasis di Kabupaten Sukoharjo itu, selama ini masih tercatat sebagai , pabrik tekstil terbesar se Asia Tenggara dan aktivitas produksinya menggunakan listrik pasokana dari  PLN.

Menurutnya, dalam perhitungan dengan penggunaan PLTU milik sendiri setidaknya bisa memperoleh penghematan listrik 30%, disbanding berlangganan PLN.

Dia menuturkan dalam rencana membangun PLTU Sritex sebelumnya sudah mengeluarkan dana cukup banyak, untuk biaya studi lapangan dan penyediaan lahan. Bahkan para pemegang saham sudah menyetujui anggaran PLTU itu senilai Rp 100 miliar yang akan diperoleh melalui penerbitan surat berharga.

Direktur Keuangan PT Sritex Allan Moran Severino mngatakan dana yang telah disiapkan itu akhirnya akan digunakan untuk kebutuhan lain, khususnya untuk pengadaan bahan baku.

 

414
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>