Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] Festival Kuliner yang digelar Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang di halaman Stadion Diponegoro Semarang Minggu (8/1) dipadati pengunjung dan salah satu stand menjadi perhatian paling menonjol.

Satu stand dari eks-karesidenan Banyumas yang menjadi perhatian banyak pengunjung itu, karena menampilkan menu khas Banyumasan Suntil singkatan dari Sushi Buntil.

Menurut Ema, chef Stand Suntil itu, bersama teman-teman kelompoknya melakukan inovasi makanan menu buntil, karena makanan ini di Jawa Tengah cukup dikenal dan terdapat beberapa varian suntil yang disajikan,seperti isi sosis maupun original.

Buntil sendiri, lanjutnya, juga makanan khas dari Kabupaten Purbalingga tetanga Kabupaten Banyumas. Makanan ini terbuat dari daun singkong, ikan teri dan kelapa parut yang diolah menjadi satu dan biasanya digunakan sebagai lauk.

Jika sushi menggunakan nori (rumput laut) pada menu suntil ini diganti menggunakan telur dadar. Harganya pun cukup terjangkau, per porsi Rp10 .000 per bungkus.

Sedangkan makanan buntil asli terbuat dari bahan baku daun lumbu (lompong), yang diisi dengan kelapa parut (ampas) yang telah dibumbui, serta berasa gurih dan pedas. Bahkan ada yang dimasak tanpa kuah adapula yang dimasak dengan kuah. Buntil dikenal makanan sebagai lauk, bukan cemilan atau sejenisnya.

“Selain di acara ini, suntil juga bisa dipesan melalui instagram kami @sushibuntil” tutur Ema

Festival Kuliner itu merupakan rangkaian dari Festival Komukino 2017 yang digelar Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang.

Dalam kegiatan itu tidak hanya Festival Kuliner yang digelar, tetapi juga Festival Batik, Festival Dolanan tradisional,Talkshow dan berbagai macam perlombaan.

Festival Komukino 2017 yang mengusung tema ‘Jawa Tengah Sae’ itu digelar untuk yang kelima. Tema itu bertujuan untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Jawa Tengah.

Festival Komukino ini digelar sebagai bentuk aplikasi mata kuliah Komunikasi Pemasaran, Manajemen Acara, dan Internal Eksternal Public Relations, dan ini semua sepenuhnya merupakan hasil kerja mahasiswa dengan berbagai macam kreasi dan inovasinya. (RS).

212
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>