Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia]  –  Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang memaksimalkan  Laboraturium Media Terintegrasi Berbasis On-Line, sebagai upaya untuk menyiapkan mahasiswanya yang berminat menekuni profesi wartawan, presenter atau pelaku komunikasi  lainnya.

Ketua  Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang Drs H Gunawan Witjaksana MSi  mengatakan pemaksimalan laboraturium itu, merupakan respon dan antisipasi dini lembaga pendidikan tinggi ilmu komunikasi tertua di Jateng ini, terhadap munculnya tuntutan sejumlah pihak yang membutuhkan sarjana komunikasi atau disiplin ilmu lainnya yang siap dipekerjakan mengawaki media atau mengelola lembaga komunikasi lainnya.

“STIKOM Semarang memahami tuntutan itu, sehingga laboraturium media yang sudah dimiliki dimaksimalkan dan dikembankan menjadi lab tertintegrasi berbasis on-line,” ujar Gunawan dalam Dialog Interaktif bertema Siapa Tahut Masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang disiarkan secara live di Studio Pro 1 RRI Semarang, Kamis (11/7).

Menurutnya, dengan fasiltas itu para mahasiswa yang berminat untuk berkarier sebagai wartawan (cetak, televisi, radio, on-line),  presenter, diplomat, juru bicara lembaga , pengelola lembaga humas/PR, politisi, peneliti, advertising, pengelola lembaga survey, akademisi dan sebagainya sejak awal menjadi mahasiswa dapat memanfaatan lab ini melalui kegiatan ekstra kampus yang diwadahi dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM).

UKM-UKM yang ada, lanjutnya, mulai dari Lembaga Pers Mahasiswa Benteng Kampus (BK Cetak, Radio dan TV), Makupala (Pecinta Alam), PIK Oma Hati, Bela Diri Karate, Studi Fotografi dan sebagainya, seluruh  aktifitasya dikaitkan kegiatan dengan lab ini, terutama dalam hal proses publikasi. Semua aktifis UKM diwajibkan bersentuhan dengan lab media agar mampu menjalankan fungsi komunikasi atau publikasi.

Dia menambahkan terkait dengan minat para lulusan SLTA yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi diingatkan agar jeli dan cermat dalam memilih program studi dan perguruan tinggi yag akan dimasukinya, antar  PTN dan PTS tidak berbeda.

Hal ini, tutur Gunawan, bisa dilihat dari sisi pembinaan kelembagaan, mutu dan dosennya, karena tidak ada perbedaan maka para calon mahasiswa perlu lebih cermat dan dalam lagi untuk mengenali perguruan tinggi yang akan dimasuki. Selain akreditasi dan fasiltas penunjang perkuliahan  juga dilihat keterserapan lulusan dan kiprah lulusannya di masyarakat, bahkan ini menjadi tolok ukur hasil akhir dari konsekuensi pemilihan perguruan tinggi yang akan dimasukinya.

Dengan dukungan laboraturium  media yang ada dan dapat dimanfaatkan secara maksimal dibawah bimbingan para profesional,  calon mahasiswa  dan orang tuanya bisa melihat hasil atau out come STIKOM Semarang melalui karya-karyanya yang diunggah di web Kampusnesia.com , salah satu fasilitas yang dimiliki kampus kerakyatan ini.

Selain itu juga bbisa dilihat kiprah para lulusan STIKOM Semarang yang saat ini sudah berkarier di berbagai lembaga pemerintah, non pemerintah, BUMN atau yang bersolo karier . Beranjak dari fakta ini STIKOM Semarang optimis masih mendapat kepercayaan masyarakat. (SMH/RS)

17
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>