Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Wisata ke Kota Semarang menjadi favorit bagi satu artis cantik dan ikon kawasan Simpang Lima menjadi daya tariknya. Atsy Ananta artis berparas cantik inilah paling menyukai Kota Semarang dibanding kota-kota wisata lainnya.

Semarang paling disukai tentu sudah hal yang wajar, karena kota ini merupakan kota  kelahiran Asty Ananta. Semasa sekolah artis berparas cantik ini tinggal di Randugarut, Mangkang, Semarang, meski sebelumnya keluarganya sempat tinggal di jalan Petek rumah eyangnya, Ali Sardjono orang tua H Ananta ayah Asty.

“Ikon Kota Semarang, kawasan Simpang Lima kini lebih bersih, tertib, dan tertata. Saya semakin menyukai dengan banyak perubahan penataan seperti shelter pedagang kaki lima (PKL), penataan taman dan Lapangan Pancasila, penataan Jalan Pahlawan, Taman KB dan sekitarnya,” ujar Asty beberapa waktu lalu.

Bakso, tutur Asty, merupakan salah satu makanan yang digemari, bahkan jika pulang ke Semarang tidak ketinggalan berkeliling dan mampir di kawasan Simpang Lima sambil menikmati bakso di salah satu shelter PKL.

Asty memulai karier di dunia hiburan tanah air setelah terpilih menjadi juara II Top Guest Aneka (1999) dan juga terpilih sebagai Gadis Tiara Sunsilk & Gadis Tiara Favorit (2000). Berbekal kemenangan tersebut, Asty masuk ke dunia seni peran.

Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya antara lain Ksatria BanjaranSebatas ImpianDarah MembaraCewek Komersil, dan Cinta Anak Kampus. Asty juga pernah bermain untuk film layar lebar berjudul Untukmu (2003) asuhan sutradara Asun Mawardi.

Selain itu, anak pertama dari tiga bersaudara dari keluarga H Ananta TW dan Hj Yuntianingrum Agustarini ini setiap pulang ke kota kelahirannya mengaku Kawasan Simpang Lima menjadi satu di antaranya jujugan utama untuk berburu berbagai jenis kuliner.

Presenter sekaligus pemain sinetron bernama asli Annastya Yuntya Eka Wardhani ini tidak hanya menyukai makanan bakso, tetapi makhanan khas Semarang seperti nasi ayam juga menjadi kegemarannya.

Perempuan kelahiran Semarang 19 Juni 1984 itu menuturkan Kota Semarang suasana terus berbeda dengan banyak perubahan pembangunan terutama kawasan Simpang Lima dengan trotoar yang semakin lebar dan nyaman, selain kawasan Kota Lama.

“Saya melihat Simpang Lima dengan para pedagangnya tourist friendly. Para wisatawan merasa akrab dengan Kota Semarang, meski baru pertama kali datang semua warga Semarang menyambut ramah,” tutur alumnus SMA 6 Semarang itu.

Kakak dari lia Ananta itu juga pernah tampil di acara Ketawa Sore (Trans TV), Progran ESQ ( RCTI), dan sejumlah FTV. Asty juga memandu program adu bakat musik dangdut, KDI di TPI (kini MNVTV).

Asty pernah mengikuti reality show yang memasangkan penyanyi dangdut dengan selebriti non-dangdut, Seleb Mendut 2 (Seleb Mendadak Dangdut 2 di  ANTV) berpasangan dengan Vety Vera. Mereka berhasil mencapai babak final, namun, kandas setelah kemenangan direbut oleh duet  Julia Perez-Cintya Sari.

Presenter sekaligus pemain sinetron ini paling enjoy jika pulang Ke Kota Semarang selalu menikmati suasana sore di kawasan Simpang Lima, Kota Lama dan lainnya yang disukai. Dia membuktikan dengan sikapnya yang nyaman saat menikmati bakso, nasi ayam, lumpia dan makanan khas Semarang lainnya, bahkan tidak pernah jenuh dan sangat dinikmati kelezatannya.

Trotoarnya lebar dan nyaman dilewati pejalan kaki di sejumlah kawasan sekarang, tidak hanya  Simpang Lima tempat lainnya pun membuat Asty senang dan bangga dengan perkembangan kota kelahirannya.

“Saya semakin senang dan bangga dengan pembangunan Kota Semarang. Bahkan saya sering pulang ke Semarang setiap lebaran dan kondisinya selalu berubah menjadi lebih cantik dan menarik,” ujar Asty.

Lebaran merupakan ritual yang tidak pernah dilewatkan oleh Asty Ananta yang juga untuk melakukan prosesi sungkeman kepada orang tuanya, H Ananta TW dan Hj Yuntianungrum, di rumahnya eyang putrinya, Anis Sardjono, ibu dari Ananta ayah Asty di Kauman, Semarang, selain juga dilakukan hal serupa di rumah eyangnya, Ratna Handoko orang tua dari ibunya Hj Yuntianungrum di Jalan Kanguru, Gayamsari.

Gadis yang memiliki berat badannya 46 kg ini sangat berkesan dengan kota kelahirannya hingga tidak akan pernah melupakan, meski sudah lama tingggal di Ibukota (Jakarta) dan berpergian wisata di berbagai kota tidak hanya di Indonesia, bahkan di luar negeri, tetap Kota Semarang masih menjadi Kota terindah baginya.

“Suasana Kota Semarang tidak aku dapatkan di kota-kota lain. Di Semarang, masyarakatnya masih ramah dan santun. Kota ini sangat nyaman. Home sweet home,” ujarnya sambil tersenyum manis.

Karier selebriti Asty Ananta di jagat hiburan memang sudah tidak diragukan lagi. Sejak 1999, dia sudah menekuni dunia akting dan menjadi presenter.

Saat ini, dia menjadi presenter di beberapa stasiun televisi, dan pernah di  ANTV. Tak hanya itu. Asty juga telah menjadi presiden Infiny Care Foundation, yayasan yang menggandeng dan membantu penderita kanker, berupa bantuan obat-obatan, dan dukungan sosial.

“Aku melihatnya pedagang kaki lima (PKL) di Kota Semarang semakin tahun semakin tertata dan rapi. Aku jadi tambah pengin sering-sering datang ke sini,” tutur Artis yang belum lama melangsungkan pernikahannya.

339
Sebarkan berita ini:

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>