Sebarkan berita ini:

26-tembakauSEMARANG(SemarangPedia] – Kalangan pabrik rokok di sentra produksi Jateng tahun ini hanya mampu menyerap 40% tembakau hasil panen petani, menyusul cuaca ekstrem mengakibatkan terjadinya kegagalan panen di sejumlah sentra produsi.

Ketua Harian Persatuan Pabrik Rokok Kudus (PPRK) Agus Sarjanto mengatakan pengaruh cuaca ekstrim yang disertai tingginya curah hujan di sejumlah sentra produksi tembakau, berpengaruh terhadap penyerapan produk tembakau oleh pabrikan.

Menurutnya, tingginya curah hujan berakibat kualitas produk tembakau yang ditanam petani mengalami penurunan. Bahkan di beberapa daerah gagal panen tembakau akibat tanman tembakau menguning dan membusuk.

“Musim Hujan pengaruhnya sangat besar terhadap penyerapan tembakau hasil tanam petani di sentra tembakau di Jawa Tengah, seperti di Kabupaten Temanggung, Kendal, Boyolali dan Wonosobo.

Musim tanam tahun ini, lanjutnya, diperkirakan, tembakau petani yang terserap ke pabrikan rokok di sentra produksi terbesar Kabupaten Kudus hanya berkisar 40%,” ujarnya usai menghadiri Diskusi “Cukai Melambung Siapa (B) Untung,” di Gedung Berlian DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu. (26/10)

Selain hujan, dia menambahkan, disusul cuaca ekstrem, pabrik rokok tetap memperhatikan nasib petani dengan membeli tembakau hasil panen mereka, meski kualitasnya lebih rendah disbanding hasil prduksi panen tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kualitas tembakau tidak sebaik tahun sebelumnya, karena cuaca ekstrem. Namun, kami dari pabrikan tetap membeli tembakau berapa pun jumlah hasil panen mereka. Di sentra produksi Kabupaten Kendal pembelian tembakau mencapai Rp35.000 per Kg dengan kualitas grade C,” tuturnya. (RS)

98
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>