Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia]  – Proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya di kawasan Taman Menteri Supeno Semarang telah rampung dan diresmikan penggunaannya mulai Rabu (10/10) malam.

Taman yang berlokasi di tengah Kota Semarang itu,  sebelumnya dikenal dengan mana Taman KB  dan kini dirubah dibangung menjadi Taman Indonesia Kaya. Peremsian ditandai dengan pemencetan tombol dan penandatanganan prasasti oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi didampingi Wakil Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu bersama President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono dan didampingi oleh Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian.

“Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, pembangunan Taman Indonesia Kaya merupakan wujud komitmen kami dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia bagi masyarakat khususnya generasi muda.  Agar mereka tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia dan diharapkan dengan adanya taman ini dapat menumbuhkan lebih banyak lagi seniman di Jawa Tengah dan sekitarnya yang akan berkontribusi kepada dunia industri kreatif di Indonesia,” ujar Victor Rachmat Hartono.

Menurutnya, pembangunan Taman Indonesia Kaya dikerjakan oleh PT Idealand Cipta Hijau ini membutuhkan waktu 11 bulan termasuk semua fasilitasnya. Ke depan taman ini akan menggelar program-program seperti workshop, tari ataupun kegiatan yang berhubungan dengan seni pertunjukan dan diadakan secara rutin.

“Program ini akan bekerja sama dengan para komunitas seni yang ada di Semarang. Masyarakat dapat mengikuti program ini tanpa dipungut biaya. Panggung Budaya dapat digunakan untuk kegiatan seni dan budaya secara gratis pula, informasi lebih lanjut tentang penggunaan dan peminjaman bisa melalui taman@indonesiakaya.com,” tuturnya.

Sementara itu, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian menuturkan  Taman Indonesia Kaya menjadi ruang publik untuk mendukung aktivitas dan keberlangsungan seni budaya lokal di Jawa Tengah dan di Indonesia. Ke depannya, bisa ditampilkan ragam seni pertunjukan yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Dengan adanya Taman Indonesia Kaya ini, diharapkan seni pertunjukan Indonesia dapat lebih maju dan lebih berkembang di tanah air kita,” ujarnya.

Taman Indoensia Kaya itu juga dilengkapi dengan air mancur menari (dancing fountain). Air mancur yang dapat bergerak selaras dengan alunan musik klasik dan lagu-lagu perjuangan Indonesia.

Taman Indonesia Kaya ini memberikan warna baru bagi Kota Semarang dan dapat menjadi rumah bagi para seniman Jawa Tengah, karena bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan pertunjukan seni budaya.

Fasilitas lain yang dimiliki Panggung Budaya yang dibangun dengan 2 sisi yang dapat digunakan. Sisi menghadap SMAN  1 dapat digunakan untuk pementasan dengan kapasitas 200 orang dan sisi menghadap kantor gubernur dapat menampung  800 orang, sedangkan Taman Pandawa Lima yang dibuat oleh Komroden Haro, Pelataran Penikmat Seni, Amphitheater, Area Hijau, Gerbang Mural karya 5 seniman muda Semarang (Puthut Aldoko Wilis, Arief Hadinata, Azis Wicaksono, Guruh Indra W dan Muhammad So’if), dan Air Mancur Menari.

Pelataran Penikmat Seni Amphitheater berkapasitas 1.000 pengunjung yang dibangun oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini dilengkapi dengan sarana pendukung pertunjukan seperti ruang ganti penampil dengan pendingin ruangan, serta toilet umum dan disabilitas.

Pembangunan Taman Indonesia Kaya merupakan terobosan pada pembangunan ruang publik dengan menggandeng investor swasta sebagai Corporate Social Responsibility (CSR). (RS)

15
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>