Sebarkan berita ini:

1-APBD JatengSEMARANG[SemarangPedia] – Esekutif Jateng akhirnya merivisi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD Perubahan 2016, setelah legislatif mengusulkan perlu adanya penurunan, akibat Triwulan Kedua 2016 hanya mampu merealisasikan pencapaian 39,90% senilai Rp5,510 triliun.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Jateng sebelumnya telah ditetapkan dalam APBD murni Rp13,810 triliun, namun DPRD mendesak uintuk diturunkan Rp1,1 triliun atau menjadi Rp12,7 triliun.

Penurunan ini dilakukan setelah pencapaian PAD pada Triwulan Kedua 2016 hanya mamp;u direalisasikan senilai Rp5,510 triliun atau sebesar 39,90% dari yang ditargetkan.

Revisi target PAD diperlukan, mengingat hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan Pemprov, selain mencukupi semua kegiatan dengan cara berhutang atau mengurangi program yang telah ditetapkan.

Disamping itu, pada APBD Perubahan dipastikan tidak ada penambahan anggaran pada SKPD.

“Tidak memungkinkan ada penambahan anggaran pada APBD Perubahan, karena target PAD sudah diturunkan sedikitnya Rp1,1 triliun,” ujar Ganjar selepas Upacara Hari Jadi Pemprov Jateng ke-66 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang, Senin (15/8).

Menurutnya, dengan anggaran terbatas semua SKPD untuk berhemat dan mefokuskan pada kegiatan pelayanan masyarakat. Kegiatan rapat juga harus difisiensi.

Selain itu, Ganjar juga telah melakukan rasionalisasi anggaran sebesar 11,10% senilai Rp709,08 miliar dari pos belanja langsung sebesar Rp6,386 triliun.

Rendahnya pendapatan yang diperoleh dari pajak pembelian motor dan mobil mendorong dilakukan pemangkasan anggaran itu. Dari Pendapat PAD, tercatat  87% merupakan kontribusi hasil pajak kendaraan. Bahkan Triwulan Kedua 2016, total pajak daerah hanya mencapai 36,73% senilai Rp4,428 triliun.

Sementara Pajak kendaraan bermotor hanya tercapai 43,19% dari target Rp3,7 triliun. Pajak BBNKB 37,16% dari yang ditargetkan Rp4 triliun. Pajak PBBKB tercapai 30,60% dari target Rp2,5 triliun.

Sedangkan pajak air permukaan tercapai 53,26 % dari target Rp7,50 miliar, dan pajak rokok tercapai 31,12% dari target Rp1,846 miliar, pendapatan hibah terealisasi hanya 42,49% sebesar Rp 9,98 miliar.

Upaya uintuk penyusunan APBD 2017, Ganjar meminta semua kepala SKPD berhati-hati dan target yang pendapatan yang ditetapkan penyusunan harus didasarkan pada angka secara riil dan tidak sekadar perkiraan. (RS)

184
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>