Sebarkan berita ini:

5-Warak DugderSEMARANG[SemarangPedia] –  Setelah penampilan kelompok kesenian Drumblek Panklima, kini giliran para penari belia dari Sanggar Tari Maheswari ikut menghibur penutupan Pesta penutupan Jateng Fair 2016 yang dihelat di Panggung Utama Jateng Fair 2016 Minggu malam. (4/9)

Gadis belia nan cantik ini memperagakan tarian kerasi yang bernama Tari Warak Dugder dihadapan para tamu undangan dan penonton yang berada di Panggung Utama Jateng.

Pentas tari itu dimotori oleh Devi Yohanita. Beserta keenam personilnya mereka menampilkan kelihaiannya menari. Tangan, kaki, badan bahkan kepala mereka begitu lentur meliuk-liuk. Gerakannya cukup padu sesuai dengan irama yang dimainkan, bahkan terlihat tidak ada celah sekalipun kesalahan dalam pergerakannya.

Penonton yang berada disekeliling Panggung Utama Jateng terpukau menyaksikanya. Tepuk tangan meriah yang diberikan mengakhiri pentas yang mereka. Devi Yohanita menuturkan tidak ada persiapan khusus dalam pentas penutupan Jateng Fair 2016

5-Tarian Warak Dugder“Persiapan tidak lama hanya tiga hari itu pun hanya latihan-latihan kecil di tempat, karena kita semua masing – masing sudah padu dan hafal setiap geraknya. Kita senang bisa berpartisipasi di pentupan Jateng Fair 2016 ini ,” ujarnya kepada Semarangpedia.com

Tari Warak Dugder sendiri merupakan tari kreasi, modifikasi dari Tari tradisional Gambang Semarang. Tarian ini biasanya di lakukan saat berlangsung tradisi dugderan, tradisi asli Semarang, bersimbolkan warak – yang dipersembahkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. (RS)

 

292
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>