Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Tidak hanya busana, deretan aksesori, namun seperti tas juga berhasil mencuri penikmat dan pecinta fesyen di berbagai kota, termasuk di Kota Semarang. Nah, belakangan ini tas selempang untuk para pria semakin ngetrend dan menjadi gaya hidup.

Tidak dipungkiri memang, kehadiran tas sangat diperlukan untuk mempermudah kegiatan sehari-hari. Sudah pasti kini sering terlihat para pria yang sedang memakai tas selempang dengan berbagai macam model dan desain yang trendy.

Pentingnya tas dalam kehidupan, kini juga membuat banyak bermunculan toko-toko fashion yang menjual aneka model tas pria branded terbaru yang bagus dan menarik.

Jenis-jenis dan model tas selempang pria ada bermacam-macam. Misalnya, tas selempang terbuat dari kulit, bahan baku oscar, lapisan kain batik, hingga bahan baku dari, kanvas serta denim (jans).

Tas selempang pria kini semakin populer dan sering digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Selain itu, ada pula tas selempang pria untuk bepergian traveling ke luar kota atau ke luar negeri.

Seperti halnya, di Kota Semarang para pria yang menggemari tas selempang banyak terlihat setiap hari, tidak hanya para remaja, orang tua pun juga semain banyak menggunakan tas selempang.

Boleh jadi, mulai dari kalangan remaja anak sekolah, sejumlah anggota komunitas, asosiasi, partai, pengusaha, pedagang, pegawai PNS, instansi maupun swasta, pejabat hingga kalangan legislatif semakin banyak yang menggunakan tas selempang dan nampaknya sudah menjadi gaya hidup yang kian ngetrend.

Tidak mengherankan, jika tas selempang mengalami perkembangan begitu pesat dari segi desain bentuk, model, warna, dan bahan. Tanpa mengesampingkan fungsi utamanya, tas selempang pria kini telah menjadi produk fashion yang dapat membuat orang tampil lebih modis dan trendy.

Tas dengan model terbaru yang keren dapat melengkapi penampilan, apalagi jika tas selempang pria tersebut sesuai dengan pakaian yang dikenakan.

“Mengenakan tas selempang sangat diperlukan, tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyaman dipakai serta sesuai selera. Model tas ini memang sangat cocok untuk pria terutama mereka yang aktif dan dinamis,” ujar Sriyanto Saputro Sekretaris Fraksi Galendra DPRD Jateng.

Apalagi, tuturnya,  jika sering bepergian baik untuk urusan kantor, maupun acara kunjungan kerja serta tamasya bersama keluarga ke luar kota juga sangat praktis dan cocok.

“Memakai tas selempang cukup sempel, meski kapasitas isinya tidak banyak. Namun, untuk aktivitas kerja sangatlah nyaman dan tidak banyak merepotkan penggunanya,” ujar Ardi pengusaha kuliner yang berdomisili di kawasan Ngaliyan Semarang.

Menurutnya, tas selempang kini beraneka ragam modelnya dan paling besar hanya untuk membawa laptop dan dokumen, kalaupun diisi pakaian hanya satu setel. Bahkan harganya pun bervariasi dan terjangkau.

Tas selempang pria semakin ngetrend di Kota Semarang dan mampu meningkatkan gaya penampilan bagi penggunanya, hingga percaya diri banyak diakui para pria pengguna tas selempang ini, mereka merasakan seperti itu.

“Tas selempang kalau dipakai semakin menambah keren penampilan, bahkan meningkatkan gaya bergengsi, apalagi kalau sedangkan nongkrong besama rekan-rekan semakin terasa ‘ngetop’,” tutur Alvian mahasiswa Undip Semarang.

Menurutnya, semakin banyak kalangan mahasiswa yang menggunakan tas selempang dengan berbagai model yang semakin beraneka ragam dengan warna juga bermacam-macam.

Harga tas selempang bervarisasi mulai Rp40.000, Rp 80.000 , Rp 150.00 hingga Rp800.000 per buah, tergantung model dan jenis bahan bakunya,” ujar Tri Indah karyawan Jakarta Collection toko aneka tas selempang yang berlokasi di lantai tiga jembatan Mal antara Plasa Simpang Lima-Ciputra Mal Semarang.

Bahkan, tutur dia,  tas selempang tidak hanya dari produksi pabrikan lokal, impor pun juga membanjir dengan beraneka jenis dan desain. Paling terkini tas selempang dari kanvas yang berukuran kecil mulai diburu konsumen kalangan remaja.

Menurutnya, pedagang penjual tas selempang kini juga banyak bermunculan tidak hanya di mall, departemen store, swalayan, pertokoan, namun di kedai permanen pinggiran trotoar jalan kini semakin bertambah, terutama di pusat keramaian dan di sekitar kampus-kampus.

 

692
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>