Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Manajemen Eks Karaoke Zeus yang sebelumnya beroperasi di Lantai 2 Hotel Grand Edge Kota Semarang berencana akan membuka kembali tempat hiburan dengan nama baru. Namun saat ini masih terkendala dengan perijinan yang belum beres.

Pihak managemen Eks Karaoke Zeus hanya mengajukan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan Online Single Submission (OSS) atau perizinan usaha terintegrasi secara elektronik yang diterbitkan Pemkot Semarang.

Sebelumnya, Zeus Karaoke telah ditutup oleh Pemkot karena tersandung kasus pidana dan perijinan yang tidak diperpanjang. Bahkan manajemen Hotel Grand Edge pun keberatan atas rencana dibukanya kembali tempat karaoke itu meski dengan nama baru.

Marcomm PT Kekancan Mukti selaku managemen hotel Grand Edge Rizky Agung Widodo mengatakan seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu jika managemen eks Zeus Karaoke akan membuka jenis usaha serupa dengan managemen dan nama yang baru.

“Kami tahu awalnya ada kegiatan bersih-bersih ruangan bekas Zeus Karaoke akhir pekan lalu. Karena tidak ada pemberitahuan, akhirnya kami pasang peringatan dilarang masuk dan minta kelengkapan perijinan termasuk salinan putusan pengadilan. Mereka tidak bisa menunjukkan, makanya kami menolak dibuka usahanya kembali,” ujar Rizky.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki membenarkan telah menerbitkan TDUP kepada ex Zeus Karaoke dengan nama “Octopus Karaoke Semarang” berlokasi di Lantai 2 Hotel Grand Edge Semarang.

“TDUP dan OSS sudah terbit, tapi SIUP MB masih proses karena akan ada tinjauan lapangan. Terbitnya TDUP karena dinyatakan telah memenuhi syarat dengan melampirkan surat rekomendasi dari Kepolisian. Kalau soal surat perjanjian sewa menyewa, jika pemilik tempat merasa keberatan atas terbitnya TDUP, bisa melayangkan surat keberatan kepada Pemkot Semarang. Nanti kami dari DPMPTSP langsung menindaklanjuti,” tuturnya.

Tinjau Ulang TDUP

Terpisah, Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengapresiasi Hotel Grand Edge yang menolak managemen eks Zeus Karoake membuka kembali usahanya.

“Secara hukum, keterlibatan Zeus Karaoke dalam kasus prostitusi sudah jelas dari putusan sidang, sehingga penolakan itu sah secara hukum,” ujar Neta.

Dia meminta Kapolda memerintahkan penyidik yang menangani kasus prostitusi tersebut untuk menindaklanjuti keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan dalam putusan sidang.

“Seharusnya Polisi bisa menindaklanjuti kasus itu berdasarkan putusan sidang, karena disebutkan ada pihak yang turut bertanggungjawab,” ujarnya.

Dia menyayangkan terbitnya surat TDUP dari DPMPTSP Kota Semarang untuk managemen eks Zeus Karaoke yang tempo waktu ditutup Pemkot.

Meski managemen itu, lanjutnya, mengajukan ijin dengan nama baru, seharusnya tetap dilakukan tinjauan untuk fakta-fakta di lapangan. Apalagi pihak hotel keberatan dibuka kembali karena kesandung hukum dan ada klausul kontrak yang dilanggar.

“Tapi kenapa tanpa rekomendasi dari pemilik tempat usaha DPMPTSP bisa menerbitkan TDUP?. Menurut saya ini kecerobohan,” tutur Neta.

Senada Koordinator Gempar Jateng Wijayanto meminta Wali Kota untuk meninjau kembali terbitnya TDUP tersebut.

“Selain pihak hotel keberatan, dalam putusan pengadilan menyebutkan beberapa nama yang layak dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya. (RS)

22
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>