Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Semarang, Ibukota Jawa Tengah ternyata memilki beragam wisata religi dari berbagai kultur budaya yang sayang sekali jika dilewatkan inilah tempat rekreasi religi di Kota Semarang…

Masjid Besar Kauman

Masjid yang beridiri pada pada awal abad ke-16 dan termasuk dalam daftar masjid tua di tanah Jawa ini dahulunya berada di kompleks alun alun Kota Semarang. Namun semanjak adanya pembangunan dan penataan kota, masjid yang didirkan Kiai Ageng Pandanaran sebagai cagar budaya.  Dalam peringatan menjelang bulan bulan Ramadhan agenda rutin, dugderan selalu diadakan.

Pagoda Avalokitesvara

Sering disebut Pagoda watugong ini berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Bukan hanya itu saja pagoda yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan ini Tercatat oleh Museum Rekor Indonesia MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat dimana setiap tingkatnya melambangkan kesucian dan kasih sayang.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid yang berada di jalan Gajah Raya Gayamsari, Kota Semarang merupakan masjid termegah di dengan menempati luas lahan mencapai 10 Hektar serta luas bangunan induk untuk shalat 7.669 meter persegi. Model bangunan masjid yang memiliki pilar dengan jumlah 25 dengan bentuk mirip koloseum ini memadukan antara model kluster dari Masjid Nabawi di Madinah, Rumah adat Jawa Tengah dan Yunani

Gereja Blenduk

Gereja ini bergaya Neo-Klasik Phantheon dengan bentuk bangunan segi delapan beraturan (hexagonal) dan kubah berbentuk irisan bola.  Bertempatnya di Jalan Letjen Soeprapto No. 32. Gereja ini didirikan pada tahun 1753 dan dipugar tahun 1894 oleh arsitek Belanda bernama H.P.A. de Wilde dan Westmaas, geraja ini termasuk geraja kristen pertama yang didirkan pertama di Semarang  dan tertua di provinsi Jawa Tengah.

Masjid Menara (Masjid Layur)

Masjid yang berada di Jalan Layur Kampung Melayu ini terbilang unik. Dibangun oleh saudagar dari Yaman yang bermukim di Semarang pada 1802, masjid Layur ini terkenl dengan dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kampung Melayu. Menarik dan uniknya , Menara yang berada di depan masjid ini dahulunya adalah mercusuar.

Gereja Gedangan

Bernama asli Gereja Katolik Santo Yusup Gedangan, yang berada di jalan Ronggowarsito 9 – 11 Semarang  in dahulunya pada 1970 memiliki Menara Jam Lonceng yang berbunyi setiap 30 menit sekali. Uniknya dari gerja ini adalah di dalam bangunannya memiliki pilar-pilar yang besar.

Gereja Kathedral Randusari

Gereja yang terletak di kawasan Tugumuda, tepatnya di Jalan dr. Soetomo Semarang ini Arsitektur bangunannya berbentuk setangkup segi empat bergaya eropa dengan tiga pintu masuk di sisi Barat, Selatan dan Utara. Bangunan Kathedral terdiri dari gedung pertemuan dan sekolah (SD Bernadus dan SMP Dominico Savio. Perayaan sering didakan di Gereja yang menjadi gereja induk di wilayah Keuskupan Jawa Tengah Agung Semarang ini. Mulai Perayaan Ekaristi Mingguan, Perayaan Ekaristi Harian, Pelajaran Agama,  Sekolah Minggu, dan Pembaptisan Bayi.

Makam Ki Ageng Pandanaran

Ki Ageng Pandanaran adalah Adipati Semarang yang pertama dan tanggal diangkatnya beliau sebagai Adipati dijadikan Hari Jadi Kota Semarang. Dia pun dianggap sebagai pelopor berdirinya Kota Semarang. Makam yang berada di Jalan Mugas Dalam II/4, Kelurahan Mugasari ini banyak dikunjungi oleh peziarah sediap setahun sekali pada bulan Muharam

Vihara Mahavira Graha

Vihara yang berada di Kompleks Marina Semarang ini sering disebut sebagai vihara terbesar di Jawa Tengah. Ketika berada di dalam anda akan oleh 120 patung Buddha. Uniknya vihara 7 lantai ini adalah terdapat 88 arca Avalokitesvara (Kwan Im) yang menghiasi sekeliling vihara.Selain untuk tempat beribadah, tempat ini juga dijadikan tempat pendidikan calon bhiksu dari aliran Mahayana.

Klentheng Gedung Batu (Sam Poo Kong)

Klentheng yang berada di daerah Simongan merupakan bekas persingahan Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Klenrheng yang ini kental dengan arsitektur China ini setiap tahunnya pada tanggal 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poo Tay Djien.

Pura Agung Giri Natha

Bangunan yang berdiri di area sekitar 4.000 meter persegi yang terletak di Jalan Sumbing, Gajahmungkur, Semarang ini sebagai tempat beribadah bagi umat Hindu . Tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya Bale Kerta Sabha (ruang kelas untuk pendalaman Agama Hindu), perpustakaan, sekretariat.

Klentheng Tay Kak Sie

Kelenteng Tay Kak Sie yanjg berdiri pada tahun 1746 ini tempa berbidah dan memuja Dewi Kwan Sie Im Po Sat, Dewi Welas Asih,  maupun Dewa Dewi Tao lainnya. Klentheng yang berada di Jalan Gang Lombok No 62 ini sempat memiliki replika kapal Cheng Ho namun sudah dibugar. (RS)

 

176
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>