Sebarkan berita ini:

7-pesawat-di-bandara-a-yaniSEMARANG[SemarangPedia] –  Fasilitas Terminal penumpang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang segera ditingkatkan, sebagai upaya untuk memenuhi kapasitas hingga enam juta penumpang dari saat ini hanya mampu menampung 880.000 penumpang.

General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Priyo Jatmiko mengatakan terminal penumpang Bandara A Yani hanya memiliki luas 6.708 meter persegi dengan kapasitas daya tampung 880.000 penumpang, sedangkan jumlah penumpang terus mengalami peningkatan, bahkan periode Triwulan III tahun ini jumlah penumpang sudah mencapai 3,5 juta orang.

“Peningkatan jumlah penumpang itu, sudah tidak sesuai dengan kapasitas terminal penumpang saat ini, bahkan mengalami lack of capacity, sehingga Angkasa Pura I berupaya segera membangun perluasan terminal itu dan kini dalam persiapan proses lelang pekerjaan.

Menurutnya, perluasan terminal itu juga merupakan bentuk dukungan untuk mendatangkan wisatawan ke berbagai daerah di Jateng yang diproyeksikan bakal mencapai 34,1 juta untuk wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara 430.000 orang pada 2017.

Terminal penumpang itu, lanjutnya, direncanakan akan diperluas mencapai 58.652 meter persegi, sehingga mampu menampung sebanyak enam juta penumpang, naik 650% dari sebelumnya luas terminal hanya 6.708 meter persegi dengan daya tampung 880.000 penumpang.

Sementara operator 13 bandara di Indonesia timur, PT Angkasa Pura I memproyeksikan proses lelang pekerjaan untuk pembangunan terminal Bandara Ahmad Yani Semarang senilai Rp989,9 miliar akan rampung pada Februari 2017.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan proses lelang pengembangan terminal bandara A Yani masih harus melalui sejumlah tahapan, bahkan  progres lelang saat ini tengah dalam masa penilaian teknis.

“Semula target pemenang lelang Februari tahun depan sudah harus ditunjuk, namun kini bisa dipercepat, sehingga Januari itu bisa segera ditunjuk. Sekarang masih proses pengadaan. Ada penilaian teknis,” tuturnya.

Menurutnya, sedikitnya terdapat 13 tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan pemenang lelang di antaranya pengumuman pentek, membuka penawaran harga (sampul 2), koreksi aritmatika, klarifikasi penawaran harga, dan evaluasi kewajaran harga.

Kemudian, lanjutnya, laporan hasil lelang, usulan penetapan pemenang, evaluasi oleh Team Evaluation Project Strategis (TEPS), penetapan pemenang, masa sanggah empat hari, bayar jaminan pelaksanaan dan biaya dokumen, serta kontrak kerja sama.

“Tahapan yang harus dilalui memang cukup banyak karena kami harus meyakinkan bahwa proses pemilihan kontraktor dilakukan dengan hati-hati, sehingga tepat mutu, tepat harga dan tepat waktu penyelesaian,” ujarnya.

Pengembangan Bandara A Yani terdiri dari empat paket di antaranya paket I yang meliputi pembuatan jalan akses dan perbaikan lahan. Progres pekerjaan paket II saat ini baru sekitar 70%, dan ditargetkan rampung akhir Desember ini.

Paket II meliputi pekerjaan membangun fasilitas tempat parkir pesawat (apron) dan jalur penghubung antara landas pacu dengan apron (taxiway). Pekerjaan paket II telah selesai.

Sedangkan paket III meliputi pembangunan terminal yang diencanakan diperluas hingga 58.652 meter persegi, sehingga mampu menampung sebanyak enam juta penumpang, naik 650% dari sebelumnya hanya 880.000 penumpang.

Sementara paket IV akan meliputi pembangunan kantor dan gedung operasional yang diharapkan Maret 2017 sudah dapat dimulai dengan proyeksi rampung pada September-Oktober 2018.

Dari seluruh paket pekerjaan itu, dia menambahkan nilai investasi yang dianggarkan Angkasa Pura I mencapai sebesar Rp2,1 triliun. (HN/RS)

285
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>