Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Empat kali melakukan teror bom  di swalayan Java Mall Dept Store Jalan MT Haryono, Kota Semarang, Seorang pria penjual mainan anak-anak di amankan Aparat Kepolisian Resort Kota Besar Semarang.

Pria bernama Norman Dwiantoro, (48)  warga asal Kelurahan Banget Kaliwungu Kudus ditangkap dirumahnya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari Senin. (12/12)

Modus yang dilakukan pelaku dengan cara menghubungi petugas resepsionis Java Mall kemudian menyampaikan telah memasang bom di Java Mall. Namun, setelah dilakukan penyisiran dan penelusuran kemudian sterilisasi tidak diketemukan sebuah bom maupun benda peledak.

Motifnya, pelaku merasa sakit hati kepada kedua orangtuanya, karena tidak diberi jatah (uang) oleh orangtuanya

Norwan mengakui perbuatan tersebut dilakukan dengan alasan khilaf. Bahkan, aksi ancaman teror bom yang disampaikan kepada resepsionis Java Mall juga datang dari pikiranya sendiri melainkan tidak adanya perintah dari orang lain.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya tidak akan melakukan perbuatan ini lagi. Saya merasa sakit hati kepada kedua orangtuanya, karena tidak diberi jatah (uang) oleh orangtuanya, biasanya dikasih orangtua saya sebulan Rp 1 juta, buat istri saya Rp 700.000, saya Rp300.000, ” ujar laki-laki yang pernah tinggal di Jalan Durian, Peterongan Semarang Selatan itu.

Selain itu, pelaku  yang sudah berkeluarga dan memiliki satu anak ini mengakui melakukan ancaman tersebut lantaran kesal terhadap orangtuanya. Menurutnya, sekarang tidak pernah dikasih uang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya termasuk membelikan susu anaknya.

Sementara itu, menurut Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, ancaman teror bom sebanyak empat kali dalam kurun waktu mulai September hingga kali terakhir Selasa (6/12) sekitar pukul 12.44 WIB. Sedangkan nada ancaman yang disampaikan kepada petugas resepsionis Java Mall melalui pesan singkatnya dengan bertuliskan “awas disitu sudah saya pasangi bom. dua menit lagi akan meledak.”

“Pelaku sudah empat kali melakukan ancaman bom, dimulai sejak September sampai Desember 2016. Pelakunya sama, menggunakan nomer yang sama. Ancamannya semuanya di Java Mall,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin. (12/12)

Akibat perbuatanya, pelaku dikenakan pada pelaku dijerat Pasal 6 UU No 15 tahun 2003 mengenai peraturan pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme atau pasal 29 Jo Pasal 45 ayat (3) UU No 11 Tahun 2008 Tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kapolrestabes Semarang menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain –main menyalahgunaan penggunaan handphone.

Sebelumnya ancaman teror bom menimpa sebuah swalayan besar di Kota Semarang, yakni Java Mall Jalan MT Haryono Jumat, (28/10) pukul 11.00 WIB. Pihak Customer servise mendapat telpon ancaman bom, bersuara seorang pria. Setelah dua jam melakukan penyisiran di seputaran Java Mall tidak ditemukan bom dan diadakan apel konsolidasi dan menyatakan Mall aman. (HN/RS)

263
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>