Sebarkan berita ini:

PetrusMAGELANG[SemarangPedia] – Jajaran Kepolisian Polres Kota Magelang akhirnya berhasil menemukan titik terang terhadap kasus penembakan misterius (petrus), setelah melakukan penyelidikan intensif selama sepekan.

Kasus penembakan misterius belakangan ini diketahui sangat meresahkan warga Kota Gethuk itu dan aparat kepolisian dengan bekerja keras akhirnya mampu mengamankan salah seorang kerabat terduga pelaku, yang saat ini masih dalam pengejaran.

Polisi meringkus seseorang berinisial S, warga Magersari, lembah Gunung Tidar Kota Magelang, yang tidak lain adalah kakak pelaku penembakan. S juga mengakui adiknya tersebut adalah otak serangkaian teror

“Namun, kakak pelaku masih belum bisa memberikan keterangan banyak, karena masih dalam pengaruh narkoba,” ujar Kapolres Magelang Kota, AKBP Edy Purwanto, Jumat (29/4).

Menurutnya, dengan keterangan dari berbagai saksi, korban maupun barang bukti dan lainnya, petugas dapat secepatnya melakukan penyergapan di rumah tersangka, meski tersangka lebih cepat kabur saat petugas mendatangi rumahnya.

“Petugas hanya mendapati kakaknya berinisial S dan saat penggeledahan yang bersangkutan sedang di bawah pengaruh narkoba jenis sabu-sabu, sehingga dapat ditangkap karena kasus narkoba,” tuturnya.

Dia mengatakan terduga pelaku penembakan dengan senjata angin itu berusia di bawah 30 tahun dan pofesinya adalah petugas keamanan. Bahkan mantan narapidana dengan kasus penganiayaan, yang baru  dua bulan lalu bersangkutan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas 2 A Kota Magelang.

Saat penggeledahan, lanjutnya, polisi menemukan sepucuk senapan angin, peluru angin, gotri, pedang, korek api, dan sangkur. Gotri tersebut identik dengan gotri yang ditemukan di tubuh salah satu korban penembakan. Namun, belum bisa disimpulkan motif di balik kasus tersebut.

Seperti diketahui, sebanyak 13 warga Magelang menjadi korban penembakan dengan senjata angin yang dilakukan orang misterius. Dari jumlah itu sebanyak 12 adalah perempuan muda dan satu laki-kali. Meski tidak menutup kemungkinan, jumlah korban bertambah karena banyak yang enggan lapor.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang dan tim Inafis Polda Jateng juga dikerahkan untuk pengungkapan kasus ini. Mereka juga sudah menggelar rekonstruksi pada Kamis (28/4) malam.

Rekosntruksi digelar di tiga tempat kejadian perkara (TKP) meliputi kios buah Jalan Ikhlas, Toko Buku Jaya Jalan Pemuda (Pecinan), dan depan salah satu bank di Jalan Tidar, Kota Magelang.

90
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>